logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 25 Januari 2008 NASIONAL
Line

Plesir Setjen DPR Bermasalah

JAKARTA- Lembaga DPR kembali diterpa isu korupsi. Saat kasus aliran dana BI belum tuntas, kini muncul isu korupsi wisata ke Thailand dari dapur Sekretariat Jenderal DPR, menyusul beredarnya fotokopi surat atas nama Kepala Biro Persidangan DPR Bambang Susetyo Nugroho.

Surat itu ditujukan ke Sekretariat Komisi I hingga XI DPR dan Badan Kehormatan berisikan laporan tertulis tindak pidana korupsi berjamaah. Surat tanpa kop itu dikirim melalui e-mail, Kamis (24/1), pukul 12.51.

"Saya selaku Kepala Biro Persidangan Setjen DPR ingin melaporkan adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Bapak Faisal Djamal," tulis Bambang dalam surat itu.

Faisal Djamal adalah Sekjen DPR periode 2002-2007. Menurut Bambang, Faisal mengikutsertakan Wasekjen, Deputi Sekjen, dan seluruh kepala biro beserta istri di jajaran Kesetjenan DPR untuk berwisata ke Thailand. Totalnya ada 60 orang yang berwisata.

Wisata yang dilakukan 22-26 Desember 2007 itu untuk perpisahan Sekjen, karena pada awal Januari 2008, masa tugas Faisal selesai. Diduga acara wisata itu menggunakan uang negara, yakni anggaran belanja DPR sekitar Rp 500 juta.

Setjen Membantah

Namun mantan Sekjen DPR Faisal Djamal membantah dugaan itu. "Tidak benar itu, tidak ada," ujar Faisal. Sementara itu Wasekjen Nining Indra Saleh membenarkan adanya kegiatan jalan-jalan ke Thailand, tapi biaya berwisata tidak menggunakan uang negara.

"Kita tidak pakai uang negara. Itu uang honor-honor kami yang terkumpul di luar gaji. Tidak ada SPJ dan segala macam," jelasnya.

Nining membantah acara itu untuk perpisahan Setjen DPR, tapi murni jalan-jalan pegawai kesekretariatan untuk mengisi hari libur yang kebetulan bersamaan dengan pelepasan Faisal.

Wisata itu atas kesepakatan bersama seluruh kepala biro dan pejabat Setjen DPR. "Pejabatnya juga cuma 20, namun ada yang membawa serta keluarganya. Jadi total semuanya 60 orang," terangnya.

Menurut Nining, biaya wisata per orang adalah 400-500 dolar AS. "Kami menggunakan paspor hijau dan tidak merepotkan Kedubes di sana," tandasnya.(dtc-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA