| Jumat, 25 Januari 2008 | NASIONAL |
Baby Sitter Terjun dari Lantai 8BANDUNG- Royani alias Yani Anggraeny alias Roroy Royani (29), nekat meloncat dari lantai 8 gedung kampus Universitas Maranatha di Jalan Surya Sumantri Bandung, kemarin pukul 09.55. Wanita asal Sukawangi, Cisurupan, Garut itu tewas seketika setelah tubuhnya membentur sepeda motor yang diparkir di sekitar gedung. Belum diketahui motif dan latarbelakang peristiwa itu. Namun, sebulan terakhir dia bekerja sebagai baby sitter di keluarga Alberta di Jalan Dengder 5, Surya Sumantri. Menurut Alberta, sekitar pukul 09.00 dia minta izin hendak ke swalayan di Jalan Surya Sumantri. "Dia minta izin untuk beli krim muka di swalayan. Tapi setelah itu polisi datang memberi kabar kejadian itu, saya engga tahu apa-apa," ujar Alberta saat ditemui di kampus Maranatha. Wanita itu tidak ke swalayan, tapi ke kampus Universitas Maranatha. Dia tempat tersebut dia langsung ke Gedung Administrasi Pusat (GAP) di lantai 8. Menurut operator GAP, Didi, wanita itu datang pukul 09.30 dan menanyakan seseorang bernama Ujang. "Saya tanya Ujang yang mana, dia tidak mau menjawab. Saya minta dia ke satpam di bawah tapi dia diam saja," ujar Didi. Dalam rekaman CCTV kampus tersebut, pukul 09.55 Yani yang mengenakan pakaian putih-putih khas baby sitter, mondar-mandir di sekitar kamar mandi lantai 8 GAP. Tak lama kemudian, ada seorang wanita lain yang masuk toilet dan ke luar lagi. Meski demikian, Yani masih tetap mondar mandir. Setelah itu dia tak terlihat lagi di layar CCTV. Seorang pegawai kampus itu menyatakan, di sekitar kamar mandi ada sebuah pintu coklat menghadap selatan yang terkunci. Karyawan kampus menduga, Yani berusaha membukanya. Namun karena kesulitan, dia menuju pintu yang menghadap timur. Karena posisi jendela setinggi dada orang dewasa, Yani berusaha memanjatnya dengan menggunakan pijakan sebuah tong sampah abu-abu. Selanjutnya dia menuju balkon dengan tembok dihiasi pegangan besi. Setelah itu dia menuju ke arah selatan, persis di depan pintu coklat. Setelah itu dia meloncat. Tubuhnya membentuh sepeda motor yang diparkir di sekitar gedung. Universitas Kristen Maranatha menyatakan Yani tidak ada hubungannya sama sekali dengan pihak kampus. Mereka juga mengaku tidak mempunyai pegawai bernama Ujang. Humas UK Maranatha Lia Salim menyatakan, pegawainya tidak ada yang bernama Ujang. Korban dibawa ke poliklinik UKM dan namun dokter menyatakan wanita itu telah meninggal. Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung. Pihak kepolisian yang menyelidiki peristiwa tersebut menyatakan Yani adalah Janda. Namun, seorang pria bernama Handi (35) mengaku sebagai suaminya. Menurut dia, nama asli istrinya adalah Royani bukan Yani Anggraeny atau Roroy. Dia menikahi wanita itu tiga belas tahun lalu dan sudah dikaruniai dua anak, Ai Sumiati (12), kelas 6 SD dan Jajang Krisna (4). Selama ini mereka tinggal di rumah panggung ukuran 4x5 meter bersama ibu Handi, Eni (85), di Kampung Babakan RT 3 RW 6 Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jabar. Adapun orang tua Yani tinggal di Kampung Rompe, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Dia menuturkan, sudah tujuh tahun istrinya bekerja di Bandung dan selalu berpindah-pindah. Terakhir, dia mengabarkan bekerja di sebuah yayasan, bernama Yayasan Melati, untuk merawat anak di Bandung. "Satu bulan lalu dia terakhir ke sini. Selama satu bulan ini nggak pernah kontak sama sekali, karena kami tidak punya telepon," ujar Handi. Yani tidak menentu pulang ke Garut. Menurut Handi, bisa satu bulan sekali, bahkan pernah tiga bulan sekali. Sebelum mengakhiri hidupnya, Yani meninggalkan surat. Dia meminta agar polisi menghubungi A Ujang di nomor 081322855194. Dia juga berpesan agar mayatnya tidak usah dibawa ke kampung halamannya, namun dibawa ke Bogor, tempat tinggal Ujang. Ketika nomor Ujang dihubungi, yang terdengar hanya terdengar nada dering lagu Gigi "11 Januari". Telepon bisa nyambung tapi tidak dibuka. (dtc-46) |