| Jumat, 25 Januari 2008 | INTERNASIONAL |
ANALISISIsrael Telah Masuk Perangkap HamasJERUSALEM - Hamas telah menunjukkan pada dunia betapa Israel ternyata tidak mampu mengendalikan Jalur Gaza. Buktinya, kelompok militan tersebut sanggup membobol tembok pembatas. Blokade Israel yang melumpuhkan Gaza malah berbalik merusak citra negara Yahudi itu di mata komunitas internasional. Pekan lalu Israel menekan kelompok militan Palestina itu agar menghentikan serangan roket yang membuat panik di Israel selatan. Caranya, negara Yahudi itu mengetatkan penjagaannya di sekitar Gaza dan menghentikan pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik utamanya. Namun kemarahan dunia memaksa Israel melonggarkan larangan suplai bahan bakar dan pengiriman bantuan ke wilayah yang dikuasai kelompok itu. Dan, beberapa jam kemudian Hamas merobohkan tembok antara Gaza dan Mesir sehingga puluhan ribu warga Gaza bisa berbondong-bondong mencari makanan ke Mesir. Kini, Kota Gaza tidak gelap lagi, dan pemimpin Hamas di pengasingan bertekad tidak akan menghentikan serangan roket. Danny Ayalon, mantan Dubes Israel untuk Amerika Serikat, menyatakan Israel telah masuk perangkap Hamas. ''Ini merupakan kegagalan telak, membuyarkan public relations negara itu,'' jelasnya. Israel terhindar dari kecaman Barat soal penjagaan militer dan ekonominya sejak Hamas menguasai wilayah pantai itu Juni lalu. Kelompok militan itu berhasil menghalau pasukan Fatah yang loyal pada Presiden Palestina Mahmud Abbas. Namun dengan menghentikan pasokan bahan bakar ke pusat pembangkit listrik, Israel telah melangkah lebih jauh - langkah yang tidak bisa diterima banyak pihak. Beri Dalih ''Israel memberi Hamas dalih yang dibutuhkan untuk mengambil langkah-langkah yang tidak pernah dilakukan sebelumnya,'' kata analis pada International Crisis Group Mouin Rabbani. Para pejabat Israel membantah bahwa citra negara itu buruk akibat pelonggaran embargo itu dan pembobolan tembok pembatas itu berlebihan. Menurutnya, insiden itu tidak akan mendorong militer untuk bertindak. Meski serangan gagal menghentikan tembakan roket sejak Israel menarik pemukim Yahudi dari Jalur Gaza pada 2005, militer menyatakan tembakan roket berkurang sejak suplai bahan bakar distop Sabtu lalu. Brigjen (purn) Shalom Harari dari Lembaga Kontraterorisme di Herzliya, dekat Tel Aviv, menyatakan kemenangan Hamas di Gaza terbatas pada ''PR'' namun situasi itu kini makin menekan Mesir agar bertindak - demi keuntungan Israel. ''Situasinya mungkin terlihat memburuk di permukaan namun Israel belum kehilangan kendali atas perbatasan kami,'' lanjutnya. Beberapa pejabat Israel justru senang saat warga Gaza berbondong-bondong ke Mesir untuk menimbun makanan dan bahan bakar. Mereka yakin Mesir harus berbuat lebih banyak untuk mencegah penyelundupan senjata ke Gaza. Kairo membantah tuduhan pihaknya gagal menghentikan penyelundupan. ''Selama berbulan-bulan, Israel mengatakan kepada Mesir, 'Anda tengah bermain api'. Jadi, saya kira Israel bukannya tidak senang dengan apa yang terjadi saat ini,'' kata David Makovsky, direktur Institut Washington.(rtr-niek-26) |