logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 24 Januari 2008 NASIONAL
Line

Jamu Alternatif AIDS Hendra Yauw (1)

Baru Buka Separo Rahasia Jamunya


SM/Budi Santoso BICARA JAMU: Hendra Yauw (kedua dari kanan) berbicara tentang jamu alternatif HIV/ AIDS racikannya di Kantor Ditjen Bina Kesmas Depkes RI Jakarta, Selasa (15/1).(30)

Ramuan jamu HIV/AIDS racikan Hendra Yauw (62), warga Solo Baru, Grogol, Sukoharjo menarik perhatian banyak kalangan, tak terkecuali Departemen Kesehatan RI. Karena itu, lembaga yang bertanggung jawab menyangkut kesehatan masyarakat itu mengundang secara khusus Hendra Yauw ke Jakarta.

Shinse bertubuh gempal yang murah senyum itu, Hendra Yauw, diminta menjelaskan ramuan jamu temuannya. Produk jamu herbalnya berbentuk kapsul yang diberi label ''Sehat Badan Ching Lung'' itu terbilang istimewa karena mampu mendongkrak CD4 (daya tahan tubuh) pasien dengan cepat. Dua relawan AIDS dari Yayasan Gessang, Solo yang diobati rutin selama hampir dua bulan, kondisi CD4-nya kini mendekati normal. Berat badan keduanya juga bertambah sekitar 5 kg.

Berkat kesuksesan meracik jamu alternatif AIDS itulah, Selasa (15/1) pagi, Hendra diundang mengikuti rapat di ruang Dharma Wanita Ditjen Bina Kesmas Depkes. Dia datang ditemani sahabat kental yang sekaligus penasihatnya, Abu Kumentas (72), warga Radio Dalam, Jakarta.

Di ruang berukuran 5X 6 meter itu, ia ditunggu sejumlah pihak yang berkompeten dalam bidang AIDS dan pengobatannya. Ada dokter, pejabat, serta sejumlah ahli obat tradisional. Antusiasme terhadap acara itu bisa dilihat dari jumlah pesertanya.

Dari jumlah yang diundang 17 orang, yang datang 20 orang. Perhatian besar pemerintah juga terlihat dengan kehadiran Ucu S Soepia Budiman, setmil sekretariat negara, yang mengikuti acara itu hingga usai. Bahkan, belasan botol sampel jamu AIDS yang dibawa Hendra dari Solo, ludes diperebutkan peserta.

''Sudah banyak klaim tentang obat AIDS, tapi nyatanya tidak mampu menyembuhkan. Tapi yang dari Solo ini agak lain, meski belum bisa dianggap sebagai obat,'' kata Mona, petugas Subdit Bina Upaya Kesehatan Tradisional, Depkes.

12 Unsur

Sebagaimana Mona, para peserta lain pun ingin mengetahui rahasia jamunya Hendra yang mampu mendongkrak CD4, bagi pasien AIDS hanya dalam waktu relatif singkat, dua bulan. Sambil membawa bukti hasil laborat dua relawan AIDS, ia menjawab sejumlah pertanyaan.

Menurut dia, jamunya terdiri dari 12 unsur tanaman tradisional. ''Tanaman itu mudah didapat di Tanah Air, tidak ada yang impor,'' katanya. Disebutkan, selain kunir dan sambiloto terdapat pula jahe, tempuyung, sirih serta temulawak. Namun dia mengunci enam unsur lain yang menjadi racikan jamunya. ''Jamu ini kan baru dalam proses dipatenkan, jadi tidak semua unsurnya saya beberkan,'' tuturnya yang disambut senyum masam para peserta.

Dia mengaku khawatir, bila diungkapkan secara terbuka, maka komposisi jamunya mudah sekali dibajak. ''Temuan saya memang untuk bangsa ini, tapi soal hak paten tetap hak saya.''

Dia berharap selain meningkatkan CD4, jamu temuannya itu juga ampuh membunuh virus AIDS. ''Arah jamu saya memang diracik untuk membunuh virus AIDS, sekarang sedang dalam proses. Semoga saja ada hasilnya.''

Selain pertanyaan soal komposisi racikan jamu, beberapa peserta meminta Hendra menguji hasil temuannya dengan uji klinis, sebagaimana prosedur yang disyaratkan. Harapannya, jamu itu bisa ditingkatnya menjadi alternatif obat AIDS. ''Bila dijadikan obat, maka harus diuji klinis, barulah siap dipasarkan,'' kata Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional, dokter Abdullah Akhmad.

Setidaknya dari jamu menjadi obat diperlukan tiga tahapan. Pertama, lolos dulu sebagai jamu yang aman dikonsumsi dan berkhasiat, tahap selanjutnya sebagai jamu herbal berstandar, baru kemudian ditingkatkan menjadi obat. ''Setiap tahapan itu diuji sangat ketat.'' (Budi Santoso-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA