| Kamis, 24 Januari 2008 | NASIONAL |
KRD Ekspres Semarang-Solo Diluncurkan FebruariSEMARANG- Kereta api KRD Ekspres jurusan Semarang-Solo akan diluncurkan Februari. Kereta dengan rangkaian lima gerbong ini akan menambah armada jurusan Solo, yang selama ini hanya terlayani oleh KA Pandanwangi. Hal tersebut diungkapkan Kepala PT KA Daerah Operasi (Daop) IV Semarang, Rono Pradipto, Rabu (23/1). Diharapkan, pengoperasian KRD Ekspres bisa meningkatkan interaksi perekonomian, sekaligus mengurangi kepadatan arus jalan raya pada jalur Semarang-Solo. "Jalur ini atas banyaknya permintaan masyarakat," ujarnya. Selain itu, pengoperasian KRD tersebut diharapkan dapat menekan tingkat pencurian kayu dari hutan PT Perhutani. Meningkatnya frekuensi kereta yang melintasi jalur Semarang-Solo akan membuat penjarah kayu yang memakai lori lotrok sebagai alat angkut akan berpikir ulang untuk mencuri kayu. Lori lotrok adalah kereta kecil dari papan kayu yang diberi laker sebagai roda. Lori itu hanya bisa dijumpai di jalur khusus antara Stasiun Tanggung dan Stasiun Karangsono. Selain sering dipakai penjarah kayu, lori juga digunakan untuk mengangkut hasil bumi, rumput, sayuran, bahkan mengantar anak sekolah. Lori telah beroperasi selama bertahun-tahun. Rata-rata tiap rumah memiliki 2-3 lori lotrok. Lori lotrok dianggap membahayakan perjalanan kereta api. Menurut dia, sering terjadi lori yang tengah didorong pemiliknya untuk mengangkut kayu ditinggal begitu saja bila ada kereta yang melintas, dan pemilik lori lari berhamburan. Akibatnya lori beserta muatannya tertabrak kereta. "Kegiatan masyarakat yang memanfaatkan jalur rel tanpa izin sangat mengganggu," ujarnya. Lebih Cepat Menurut Rono, KRD Ekspres yang rencananya akan melayani kelas bisnis hanya berhenti di Stasiun Gundih. Karena itu, waktu tempuh menjadi lebih cepat yaitu sekitar dua jam. Tidak seperti KA Pandanwangi yang berhenti di tiap stasiun, dengan waktu tempuh dua setengah jam. Rencananya KRD Ekspres itu akan diberi nama Semarang Ekspres. "Kami ingin menggunakan nama khas Semarang. Seperti KRD Solo-Yogya yang memakai nama Pramek (Prambanan Ekspres). Di mana Prambanan adalah ciri khas Yogya," tuturnya.(J8-60) |