| Kamis, 24 Januari 2008 | NASIONAL |
Gerbong Pengangkut BBM Terguling
BOYOLALI - Dua gerbong kereta pengangkut BBM milik Pertamina mengalami nasib nahas di perlintasan kereta api (KA) Semarang-Solo, tepatnya 100 meter sebelah selatan Stasiun Kalioso, Gondangrejo, Karanganyar, Rabu (23/1) pukul 03.00. Gerbong KKW 127 bermuatan 37.680 liter solar itu terguling, sementara satu gerbong lainnya, KKW 301, anjlok dari rel. KA dengan nomor lokomotif CC 20138 yang dimasinisi Sutriyono itu membawa 16 gerbong yang bermaksud mengirimkan BBM dari Depo Pertamina Rewulu, Yogyakarta menuju Cepu, Blora. Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, ketika KA mengalihkan jalur sewaktu memasuki Stasiun Kalioso, tiba-tiba gerbong yang berada di barisan depan, tepat di belakang lokomotif, anjlok dan terguling. Diduga rel dan bantalannya tidak kuat menahan beban KA, hingga membuat sebuah gerbong terguling. "Saya mendengar suara gemuruh dan kerasnya suara rel yang patah. Saat keluar rumah dan mendekat ke lokasi, salah satu gerbong miring. Saya melihat banyak warga berhamburan keluar rumah dan sebagian lagi berusaha menampung tumpahan BBM itu," jelas Sutiyo (47) warga Purwoyoso, Jeron, Kecamatan Nogosari, Boyolali yang tinggal di tepi perlintasan rel. Berdasarkan pantauan, puluhan bantalan rel yang terbuat dari kayu dan baja yang berada 30 meter dari alat pemindah rel (wesel), patah. Bahkan rel yang diduga tidak kuat menahan beban bengkok dan putus di satu bagian. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian itu, tapi kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Dinyatakan Aman Humas PT KA Daop VI Yogyakarta Hartomo yang ditemui di lokasi kejadian, belum bisa menyebutkan penyebab pasti kecelakaan dan jumlah kerugian. Pihaknya masih berkonsentrasi pada proses evakusi gerbong yang mengalami kecelakaan dengan mendatangkan sebuah kereta katrol dari Stasiun Balapan Solo. "Setelah bekerja keras pada pukul 05.45 gerbong-gerbong bisa diangkat dan lintasan bisa dilalui KA lagi," jelasnya. Persis pada pukul 09.15 atau enam jam lebih setelah kecelakaan, lintasan kereta api sudah dinyatakan aman. Kepala Depo Pertamina Surakarta Sujadi yang juga tiba di lokasi kejadian mengatakan, meski solar pada sebuah gerbong tumpah, tidak berpengaruh pada pasokan BBM jenis itu. Pada bagian lain, warga Purwoyoso beramai-ramai mengambil tumpahan solar untuk dibawa pulang. Aktivitas itu tidak dicegah oleh aparat.(J5,G10-62) |