logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 24 Januari 2008 NASIONAL
Line

Dilantik, Wanita Kapolda Pertama


SM/ant
  • Rumiah

JAKARTA- Indonesia akhirnya mempunyai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) perempuan, setelah Kombes Rumiah resmi dilantik oleh Kapolri Jend (Pol) Sutanto menjadi Kapolda Banten, Rabu (23/1).

Rumiah yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Lemdiklat Mabes Polri, akan memimpin Polda Banten menggantikan Brigjen (Pol) Timur Pradopo, yang akan menempati posisi baru sebagai Kepala Sekolah Lanjut Perwira (Selapa) Mabes Polri.

Sebelumnya Banten juga mencatatkan dirinya sebagai provinsi yang mempunyai gubernur wanita pertama di Indonesia, yakni Ratu Atut Choisiyah.

Dalam kesempatan itu, Sutanto juga melantik Irjen Susno Danuadji sebagai Kapolda Jawa Barat, menggantikan Irjen Sunarko Danu Ardanto. Dilantik juga, Brigjen (Pol) Budi Gunawan sebagai Kapolda Jambi mengganti Brigjen (Pol) Carel Resikotta, serta beberapa perwira tinggi lainnya.

Usai pelantikan Sutanto mengatakan pelantikan itu membuktikan dalam tubuh Polri kini semua anggotanya mempunyai kesempatan yang sama menempati posisi-posisi strategis, tanpa membedakan jenis kelamin. ''Dia (Rumiah) anggota Polri juga, kesempatannya sama antara Polri yang wanita dan polri yang pria,'' ujar Sutanto di Mabes Polri Jalan Trunojoyo Jakarta, Rabu (23/1).

Menurutnya, meski Rumiah bukan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), namun dia mempunyai kemampuan dan memenuhi syarat sehingga diangkat menjadi Kapolda. ''Dia punya kemampuan, syarat terpenuhi, ya kita pakailah.''

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penerimaan taruna Akpol. Menurutnya, beberapa tahun ini Akpol menerima taruni, bahkan di antaranya sudah lulus. Tahun 1968, ujarnya, sebenarnya Akpol pernah menerima taruni, namun kemudian dihentikan. ''Tahun-tahun belakangan ini kita didik lagi, bahkan mengahasilkan inspektur. Silakan dengan yang pria, bersaing dengan bebas.''

Sementara Rumiah berjanji akan melaksanakan tugas yang diembannya sebaik mungkin. ''Jabatan itu amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya,'' ujarnya.

Rumiah juga menepis keraguan berbagai pihak mengenai kemampuannya memimpin Polda Banten. Apalagi ada pendapat yang mengatakan dirinya bakalan sering nongkrong di salon dengan Gubernur Banten yang juga wanita, yakni Ratu Atut Chosiyah.

''Wanita kan tidak boleh acak-acakan. Tapi kalau mengenai masalah ke salon, ya nanti lihat saja di lapangan," kata wanita Kapolda itu.

Rumiah lahir di Tulungagung tahun 1952. Setelah lulus dari IKIP Surabaya tahun 1975, dia memutuskan untuk masuk kepolisian. Karirnya terus menanjak hingga menduduki jabatan Kapolda Banten. (J21-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA