| Rabu, 23 Januari 2008 | NASIONAL |
DPP Desak DPW Gelar Muskit
JAKARTA- DPP Partai Kebangkitan Bangsa meminta agar DPW PKB Jawa Tengah secepatnya menggelar musyawarah kebangkitan (Muskit) dan mengirimkan nama-nama calon gubernur (cagub), sehingga DPP bisa segera memutuskan siapa calon dalam Pilgub Jateng Juni 2008 mendatang. ''Mekanismenya DPW melaksanakan muskit, kemudian mengirimkan tiga nama cagub ke DPP. Setelah itu, DPP akan menentukan salah satu nama yang diusulkan tersebut,'' kata Wakil Ketua Umum DPP PKB Ali Masykur Musa di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (22/1). DPP masih menunggu proses dan calon hasil muskit. ''Masukan dari bawah akan diproses di DPP. Yang jelas, lebih cepat mengajukan nama akan lebih baik,'' ujarnya. Sekretaris DPW PKB Jateng Hendri Wicaksono memastikan setelah proses sosialisasi selesai, pihaknya segera menggelar Muskit, Sabtu (26/1) di Hotel Patra, Semarang. Muskit akan diikuti 35 DPC dan 461 DPAC se-Jateng. Mereka akan memberikan penilaian kepada dua bacagub, yakni Agus Soeyitno dan Poppy Dharsono serta lima bacawagub masing-masing Kholiq Arif, Arifin Junaidi, Bisri Romli, M Djasri dan M Toha. ''Para bakal calon akan langsung dinilai dengan enam kriteria. Peserta hanya menilai dengan lima pilihan sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Selanjutnya, hasil penilaian peserta muskit akan direkap untuk selanjutnya diserahkan ke DPP,'' tandasnya. Hari Terakhir Sementara itu, dua bakal calon gubernur Jateng dari PKB, Agus Soeyitno dan Poppy Darsono serta lima calon wakil gubernur melakukan sosialisasi hari terakhir di Gedung Prof Dr Suharso Jl Adisucipto Km 17, Colomadu, Karanganyar, Selasa (22/1). Dalam penyampaian visi dan misi, Poppy menawarkan konsep demokrasi yang konsisten dan teguh, serta menolak politik uang. ''Jateng membutuhkan kepemimpinan politik baru. Punya gagasan ekonomi baru dengan landasan kerakyatan,'' katanya. Oleh karena itu diminta kader PKB menggunakan akal sehat dan hati nurani jernih untuk melihat calon dari program-programnya dan konsistensi calon dalam memperkuat civil society di Jawa Tengah. Jangan sampai ada keterpaksaan dalam memilih dalam muskit nanti.(H28,H46,H37,H7-77) | ||||