| Rabu, 23 Januari 2008 | NASIONAL |
"Diperiksa" Wartawan, Zaenal ProtesJAKARTA- Piringan DVD berisi pernyataan seseorang bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menikah membuat banyak orang penasaran. Namun Zaenal Ma'arif, terdakwa kasus pencemaran nama baik SBY, belum tahu akankah DVD itu akan diputar di muka sidang. Terkait DVD itu, Zaenal pun dicecar berbagai pertanyaan wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (22/1). "Saya kan belum diperiksa (sebagai terdakwa). Nantilah dilihat akan diputar atau tidak," ujarnya. Disampaikan, DVD itu tidak diserahkan kepada penyidik. "Saya masih punya satu. Yang saya berikan ke beberapa pihak itu kopian," lanjut dia. Yang mengopi DVD tersebut adalah staf Zaenal. DVD itu, menurutnya, telah mengendap padanya selama 6 bulan. Namun dia beriktikad untuk mengklarifikasi. Dia enggan membeberkan dari mana DVD itu berasal. Ia mengaku tidak kenal dengan Cica maupun Lukman Hakim yang disebut dalam DVD itu. Cica dalam rekaman mengatakan, anak kakaknya (Lukman Hakim) telah menikah dengan anak SBY yang bukan hasil pernikahannya dengan Ani Yudhoyono. Terkait tidak adanya kuasa hukum yang menyertainya di pengadilan, Zaenal tidak mempermasalahkan. Karena menurutnya, persidangan ini untuk meluruskan rumor agar tidak menjadi fitnah. "Ah sudah-sudah. Saya ini di pengadilan belum diperiksa, kok malah diperiksa sekarang (oleh wartawan)," tandasnya sambil meninggalkan para jurnalis yang mengerumuninya. Salah satu pengacara Zaenal, Akhmad Kholid, ketika dihubungi mengatakan tim kuasa hukum tidak mendampingi kliennya karena sudah tak lagi sejalan dengan Zaenal. "Pekan lalu kami ada perbedaan pendapat. Tapi klien kami tidak mencabut kuasa. Secara resmi kami pun belum mengundurkan diri," ujarnya. Kesaksian Dalam persidangan, bekas guru SMA I Pacitan, Soedjono, yang pernah mengajar Presiden SBY, menjadi saksi. Soedjono mengatakan mantan muridnya tidak pernah menikah dengan perempuan lain selain dengan Ani Yudhoyono. "Saya kenal dengan SBY dalam hubungan guru dengan murid. Dia masuk SMA tahun 1966 dan selesai tahun 1968," ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA I Pacitan itu. Setelah lulus SMA, kata dia, SBY melanjutkan studi di Sekolah Pendidikan Guru Lanjutan Pertama (SPGLP) di Malang selama 1 tahun. SBY pun sempat mendaftar ke perguruan tinggi yakni di ITS, sekolah kedokteran Malang, dan mendaftar ke Akabri. "Selama itu setahu saya, SBY belum menikah. Saya tahu benar karena saya menikah dengan kakak sepupu SBY," ujar pria yang kini menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pacitan. Menurut dia, SBY menikah dengan Ani di Jakarta tahun 1976. Pada saat itu, lanjut Soedjono, hanya ayah dan beberapa keluarga dekat SBY yang hadir ke Jakarta. Saksi laiinya Lurah Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupatan Pacitan, Priyo Agus Triwibowo memastikan tidak ada catatan pernikahan Presiden SBY dengan wanita mana pun di Pacitan. Dia mengaku tidak pernah menemukan catatan pernikahan SBY. Priyo mengaku mengubek-ubek data nikah sejak 1965. "Saya tahu SBY menikah dengan Ibu Ani dari surat kabar, dokumen di kelurahan juga tidak ada. Artinya, mereka tidak menikah di situ," ujarnya. Terkait isu menikahnya SBY sebelum masuk Akademi Militer, ia kemudian mencari tahu kepada tokoh dan tetua-tetua desa. "Saya tanya pada carik yang sudah kerja sejak tahun 50-an. Katanya, tidak pernah SBY menikah sebelum masuk Akmil," katanya.(dtc-60) |