| Rabu, 23 Januari 2008 | NASIONAL |
Pengusaha Kayu Ditemukan Tewas Penuh Luka
BATANG - Muntoalim (35), pengusaha penggergajian kayu, Selasa (22/1) ditemukan tewas, diduga karena dibunuh. Pada tubuh korban ditemukan luka bekas tusukan, tepat di ulu hati dan leher. Selain terkena tusukan, tulang leher suami seorang dokter di RSUD Kalisari Batang, Eni Sriwahyuni itu juga patah. Berdasarkan keterangan, pada Senin (21/1) sekitar pukul 10.00, korban yang tinggal di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis diajak Budiyono alias Mandra (25), tetangganya, melihat pohon sengon yang akan dijual di Desa Kebumen. Keduanya naik Honda Supra X berpelat nomor G-3811-QC. Karena tidak ada kesepakatan soal harga pohon, mereka memutuskan untuk pulang. Di tengah perjalanan, keduanya berhenti di warung makan Jolali, Tulis. Di tempat itu mereka bertemu dengan seorang laki-laki. Mandra lantas diberi uang Rp 1.000 untuk ongkos naik kendaraan pulang ke Jrakahpayung. Sementara korban, tetap bersama laki-laki tersebut. Hingga Senin malam, Muntoalim tidak pulang ke rumah ataupun penggergajian kayu. Akhirnya keluarga bersama tetangga mencari pengusaha itu. Saat handphone korban dihubungi tetangganya, ada jawaban, namun bukan suara Muntoalim. Pencarian pun dilanjutkan keluarga dan tetangga, Selasa (22/1). Diawali dari warung Jolali, rombongan menyebar ke segala penjuru. Sekitar pukul 09.00, rombongan yang menelusuri ke utara, saat memasuki kebun kakao di Desa Kedungsegok, menemukan helm, sandal, dan sobekan kerah t-shirt yang dipakai korban. Penemuan itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tulis dan diteruskan ke Polres. Kapolres Batang AKBP Edi Suroso di sela-sela mengikuti rapat bersama Kasat Reskrim AKP H Mat Ridho di Mapolda, begitu mendapat laporan ada orang hilang, segera memerintahkan anggotanya bergerak ke Tulis. Setelah mengumpulkan keterangan dari rombongan yang menemukan barang milik korban, Tim Buser yang dipimpin Kanit Iptu Hartono SH bersama anggota Polsek Tulis menuju ke kebun kakao di Kedungsegok. Dibantu warga setempat, selanjutnya menyisir kebun itu. Akhirnya sekitar pukul 16.00, Muntoalim ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat. Jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Kalisari. Tak lama, beberapa teman istri korban langsung berdatangan, termasuk Direktur RSUD dokter Hj Ratna Ismoyowati MARS. Setelah divisum oleh tim medis dan diperiksa unit identivikasi Satreskrim, jenazah dibawa ke rumah duka. ''Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melacak seorang laki-laki yang membawa kabur motor korban,'' ujar Wakapolres Kompol Drs Suroso SM MM. (ar-62) | ||||