logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 23 Januari 2008 NASIONAL
Line

SBY: Kecelakaan Transportasi Sudah Lampu Merah

PURWOREJO - Kecelakaan transportasi, baik darat, laut, maupun udara yang terjadi di Indonesia sudah cukup parah. Bahkan dalam penilaian Presiden SBY bukan lagi lampu kuning, melainkan sudah menjadi lampu merah bagi para pengelola transportasi.

"Kecelakaan harus menjadi peringatan besar, bukan hanya menjadi lampu kuning melainkan sudah lampu merah," ujar SBY saat meresmikan Jalur Ganda Kereta Api antara Kutoarjo-Yogyakarta Lintas Kroya-Yogyakarta (64 Km) serta Operasional Depo Kereta Rel Listrik (KRL) Depok wilayah PT KA Divisi Jabodetabek di Stasiun Kutoarjo, Purworejo, Selasa (22/1).

Hadir pada kesempatan itu Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Perhubungan Djusman Syafi'i Djamal, Menkro Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Menseskab Sudi Silalahi, Wakil Dubes Jepang untuk Indonesia Ken Okinawa, Gubernur Jateng Ali Mufiz, dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Mendasarkan pada kenyataan itu, SBY meminta Menteri Perhubungan agar lebih memperhatikannya, dengan cara meningkatkan keamanan dan keselamatan di bidang transportasi.

Menurut Presiden, kecelakaan mengharuskan pemerintah dan stakeholders dunia transportasi tidak menunda-nunda perawatan sarana dan prasarana transportasi.

SBY juga meminta kepada pemimpin dunia usaha di bidang transportasi untuk meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitasnya, terutama jaminan keselamatan bagi pengguna jasa tersebut.

Dia juga mengingatkan agar persaingan usaha di bidang transportasi tetap mengutamakan masalah keamanan dan keselamatan.

"Kompetisi tidak boleh sama sekali menyentuh tanda keselamatan dan keamanan," katanya

Swasta

Pada bagian lain SBY mengungkapkan, perkembangan transportasi di Indonesia mengalami peningkatan cukup baik. Tahun ini terjadi peningkatan jumlah penumpang domestik sebesar 30 persen dan barang 15 persen. Untuk transportasi internasional, terjadi kenaikan penumpang 20 persen dan barang 10 persen.

Secara khusus SBY juga mengungkapkan terjadinya kenaikan penumpang kereta api. Tahun 2006 jumlah penum-pang kereta api mencapai 161.291.000 orang. Tahun 2007 meningkat menjadi 168.205.000 ribu orang. "Naik sekitar 7 juta orang atau hampir 4,5 persen," katanya.

Kenyataan itu setidaknya menunjukkan sektor tranportasi memberikan peluang pengembangan yang sangat menguntungkan. Secara umum, sektor transportasi akan memengarui perkembangan ekonomi makro.

Untuk itu, kata dia, pemerintah terus menaikkan anggaran di bidang transportasi. Tahun 2006, alokasi anggaran untuk bidang transportasi Rp 8,5 triliun dan tahun 2007 dinaikkan menjadi Rp 11,2 triliun (31,76 persen). "Tahun 2008 dialokasikan 16,7 triliun atau meningkat 49,11 persen. Pertumbuhannya dari 2006 sampai 2008 sebesar 96,47 persen," katanya.

Mengingat itu merupakan peluang investasi yang cukup menguntungkan, sambung dia, maka pemerintah terus berupaya mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan berbagai infrastruktur transportasi di tanah air.

"Kepada para investor dari dalam dan luar negeri, saya mengundang untuk berperan aktif dan terlibat dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia," katanya

Menurut Presiden, pemerintah bersama DPR telah dan sedang mengubah empat paket UU di bidang transportasi yang diharapkan dapat mendorong sektor swasta untuk ikut serta dalam membangun infrastruktur transportasi.

Rel Ganda

Menhub Djusman Syafi'i Djamal mengatakan, peran jalur rel ganda kereta api lintas Kutoarjo-Yogyakarta sangat penting untuk meningkatkan pelayanan perkeretaapian, terutama di kawasan tersebut. Selain itu, untuk mengurangi persilangan KA dan menambah frekuensi lalu lintas KA.

Menurut dia, jalur rel ganda Kutoarjo-Yogyakarta lintas Kroya-Yogyakarta sepanjang 63,649 km itu dibangun mulai awal 2004 dan selesai pada 25 September 2007.

Total dana yang digunakan untuk pembangunan jalur ganda tersebut sekitar Rp 907,4 miliar, sebagian besar merupakan bantuan Pemerintah Jepang kepada Indonesia melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Adapun Depo KRL Depok merupakan fasilitas perawatan kereta api dan penyimpanan rel KRL yang terbesar di Asia Tenggara dan termodern.

Depo KRL Depok, lanjut Menhub, bisa menampung sekitar 250 unit gerbong kereta api. Pembangunan Depo tersebut dimulai pada 2004 dan selesai Agustus 2007 dengan total biaya Rp 504 miliar.

Gubernur Jateng Ali Mufiz mengharapkan, pembangunan jalur rel ganda tersebut dapat menunjang pengembangan kawasan ekonomi khusus Jawa bagian selatan.

Dia juga berharap agar pembangunan jalur rel ganda itu diikuti pembangunan jalur lalu lintas selatan Jawa. Dengan demikian ke depan akan memberi kontribusi bagi penerimaan pendapatan Provinsi Jateng. "Ke depan pembangunan jalur ganda itu diharapkan dapat dilanjutkan dari Yogyakarta ke Solo," tandasnya. (H43,yon-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA