logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

Jalur Gaza Kini Tanpa Listrik

GAZA - Instalasi listrik utama di Jalur Gaza kemarin mulai tak beroperasi akibat kekurangan pasokan bahan bakar setelah Israel memblokir wilayah yang dikuasai Hamas tersebut. Sebagian besar warga di Gaza tidak lagi menggunakan penerangan listrik. Mereka menyalakan lilin. Elevator di banyak gedung juga tidak berfungsi. Pom bensin juga ditutup karena Israel menghentikan pasokan bahan bakar ke Gaza.

Kanaan Abeid, wakil kepala Otoritas Energi Palestina di Jalur Gaza, mengatakan salah satu dari dua turbin pembangkit listrik sudah tidak beroperasi sejak Minggu pagi. Turbin lainnya dicadangkan untuk memproduksi listrik pada malam hari.

''Tidak ada pasokan bahan bakar minyak. Dan kami tidak lagi memiliki cadangan,'' kata Abeid. ''Sekitar satu juta warga Gaza terkena dampak pemblokiran Israel ini.''

Israel berdalih, penutupan wilayah Gaza dilakukan untuk mencegah serangan roket militan Palestina. Israel juga melakukan agresi ke Gaza untuk membalas serangan roket militan.

Sedikitnya 39 warga Gaza tewas akibat gempuran tentara Yahudi dalam sepekan terakhir. Dari jumlah korban itu, 18 di antaranya adalah aktivis Hamas. Jalur Gaza diambil alih oleh Hamas sejak Juni 2007. Israel menganggap Hamas sebagai musuh utamanya di kawasan itu.

Ilegal

Banyak pihak mengatakan, pemblokiran pasokan bahan bakar ke Gaza merupakan tindakan ilegal dan menyengsarakan rakyat Palestina. Terlebih lagi, kehidupan warga Gaza sangat bergantung pada suplai bantuan kemanusiaan.

Jumat lalu, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan pemblokiran seluruh perbatasan Gaza. Bahkan, Israel juga melarang bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masuk ke Gaza.

Arye Mekel, juru bicara Kementerian Luar Negeri, menyatakan Israel telah membatasi suplai bensin dan solar untuk mobil. Namun bahan bakar minyak untuk kompor dan peralatan rumah tangga tetap dibolehkan.

Menteri Kesehatan Hamas Basim Naeem menyatakan, pelayanan kesehatan di kawasan itu terancam lumpuh. Selain itu, nasib para pasien kini sangat bergantung pada pasokan bahan bakar yang dihalang-halangi Israel.(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA