| Kamis, 17 Januari 2008 | INTERNASIONAL |
Sayap Kanan Boikot Kabinet OlmertJERUSALEM - Partai sayap kanan Israel memboikot pemerintahan Perdana Menteri Ehud Olmert, kemarin. Mereka mengutuk perundingan damai Olmert dengan Palestina. Aksi boikot itu membuat situasi politik Israel makin tak menentu. Jumlah dukungan Olmert di parlemen berkurang dari 78 menjadi 67 orang setelah kelompok Yisrael Beiteinu menyatakan mundur dari koalisi. Parlemen Israel (Knesset) beranggotakan 120 orang. Namun Olmert mengatakan tetap akan melanjutkan perundingan perdamaian dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas meskipun ada aksi boikot sayap kanan Israel itu. Posisi PM Israel itu juga terancam, lantaran tim pemeriksa tengah menyelidiki kegagalan agresi militer Yahudi ke Lebanon untuk menggempur kelompok Hizbullah pada Juli 2006. ''Perundingan itu merupakan satu-satunya peluang nyata untuk menjamin perdamaian dan keamanan bagi warga Israel,'' demikian pernyataan kantor Olmert. Menteri Urusan Strategis Avigdor Lieberman merupakan salah satu anggota kabinet yang mengundurkan diri, kemarin. Dia menyatakan, perundingan Olmert dengan Abbas merupakan kesalahan besar. Dianggap Keliru ''Beberapa menit lalu, saya berbicara dengan Perdana Menteri. Saya juga menyerahkan pernyataan mengenai sikap kami keluar dari koalisi. Selain itu, saya mengajukan pengunduran diri dari kabinet,'' kata Lieberman. ''Perundingan-perundingan mengenai wilayah merupakan kekeliruan besar. Tindakan itu akan menghancurkan kita. Semua orang juga tahu, perundingan tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa,'' tambahnya. Israel dan Palestina memulai kembali pembicaraan perdamaian Senin lalu. Kedua pihak itu didesak oleh Presiden Amerika Serikat George W Bush untuk mencapai kesepakatan dalam waktu satu tahun. (rtr-ben-26) |