logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 16 Januari 2008 NASIONAL
Line

Pollycarpus Masuk Jaringan BIN

  • Kesaksian Intel Budi Santoso

JAKARTA- Secara struktural Pollycarpus Budihari Priyanto memang bukan merupakan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), namun dia merupakan jaringan BIN. Hal ini terungkap dalam pembacaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) anggota BIN, Budi Santoso oleh Jaksa Penuntut Umum Noor Rahmad dalam sidang pembunuhan aktivis HAM Munir dengan terdakwa mantan Direktur Garuda Indra Setiawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

BAP itu dibuat di bawah sumpah pada 3 dan 8 Oktober 2007. Dalam BAP itu, juga menyebut-kan hubungan Pollycarpus de-ngan Deputi V BIN Muchdi PR. Menurut Budi, Pollycarpus beberapa kali menemui Muchdi PR. ''Budi beberapa kali menemui Pollycarpus di kantor BIN,'' ujarnya.

Bahkan, Pollycarpus pernah memberikan konsep surat kepada Budi. Surat tersebut isinya rekomendasi BIN kepada Garuda untuk mengangkat Pollycarpus sebagai Coorporate Security. Surat tersebut dibuat dengan mesin ketik bukan tulisan tangan. ''Budi mengoreksi surat tersebut agar sesuai dengan standar yang digunakan BIN,'' ucapnya. Namun setelah dikembalikan ke Pol-lycarpus, Budi tidak mengetahui proses selanjutnya surat tersebut.

Pemberian Uang

Selain itu, dalam BAP Budi Santoso disebutkan pada 14 Juni 2004 sekitar pukul 11.00 dirinya diperintahkan Deputi V BIN Muchdi P untuk membawa uang sebesar Rp 10 juta ke kantornya. Saat Budi mengantarkan uang itu, ternyata di ruangan Muchdi sudah ada Pollycarpus. Namun Budi tidak mengetahui persis untuk apa uang itu diberikan kepada Pollycarpus atau tidak.

Sementara pengeluaran uang itu oleh Budi dicatat di buku kas kwarti dengan tulisan tangan. ''AP De V tgl 14/6 jam 11.00 dise-rahkan ke tamu beliau di R De V (sdr Poli/Pilot). Di kolom kredit ditulis Rp 10 juta dan pada kolom saldo ditulis Rp 7,25 juta.''

Menurut Budi, pemberian uang kepada Pollycarpus tidak hanya sekali itu saja. Pollycarpus yang dihadirkan dalam sidang itu membantah seluruh isi BAP tersebut. ''Semuanya tidak benar,'' tandas Pollycarpus. (J13-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA