logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 16 Januari 2008 NASIONAL
Line

8 Orang Tersambar Petir

  • Tiga Tewas Seketika

KENDAL- Tiga korban te-was, satu luka bakar, dan empat lainnya luka ringan akibat tersambar petir saat berteduh dari guyuran hujan di sebuah warung kecil di depan SMP Negeri 1 Pageruyung, Kendal, Selasa (15/1) pukul 14.30.

Warung tersebut ikut tersambar petir lantaran berada di bawah pohon mahoni berketinggian mencapai 15 meter. Tiga korban tewas seketika adalah Vinda Ari Hardina (16) warga Desa Sukomangli RT 2 RW 1 Kecamatan Patean, Kendal; Diana Supriatiningrum (16) warga RT 6 RW 1 desa/kecamatan yang sama, dan Sarmi (60) pemilik warung, penduduk Dukuh Bogorsari RT 5 RW 1 Desa Tambakharjo, Pageru-yung, Kendal.

Vinda dan Diana adalah siswi kelas III SMP Negeri 1 Pageru-yung. Adapun, satu korban luka berat adalah Eka Yunita (16) siswi sekolah yang sama. Akibat luka bakar serius di bagian dadanya, kondisi Eka semalam kritis. Setelah dirawat di Puskesmas 1 Sukorejo, korban dirujuk ke rumah sakit PKU Mumammadiyah, Kalisat, Parakan, Temanggung.

Adapun empat korban luka ri-ngan adalah Avitaningsih (16) warga RT 2 RW 5 Dukuh Widoro Desa Bangunsari, Pageruyung; Aries Dwi Nurnanita (16) warga RT 3 RW 1 Desa Sukomangli, Patean; Vera Novitasari (16) warga Dukuh Tembeleng RT 5 RW 2 Desa Tambaharjo, Pageruyung (mereka siswa kelas III SMP Negeri 1 Pageru-yung), serta Kosirin (21) warga Du-kuh Lakban RT 2 RW 2 Desa Ba-ngunsari, Pageruyung.

Menunggu Angkutan

Kendati hanya mengalami luka bakar di kaki dan tangan, empat korban tersebut mengalami trauma atas kejadian itu. ''Peristiwa berlangsung cepat dan tidak kami duga. Beberapaa saat kami sedang berteduh di warung, ada suara petir disertai kilatan sangat terang,'' kata Vera Novitasari saat ditemui di Puskesmas Sukorejo 1.

Belum lagi hilang rasa terkejut, kata dia, terdengar lagi suara gemuruh dan kilatan petir kali kedua. Petir itu ternyata menyambar warung berukuran sekitar 1,5 meter x 1 meter, tempat delapan orang tersebut berteduh.

Beberapa orang yang masih tersadar, langsung panik sembari berteriak histeris. Ketika ada suara gelegar, kata dia, ada yang terpental ke luar warung. Sejumlah pengajar SMP Negeri 1 Pageruyung, warga, dan aparat Polsek Pageruyung (lokasi berjarak sekitar 500 meter ke arah selatan mapolsek), segera memberi pertolongan.

Menurut keterangan, pukul 14.30 usai mengikuti pelajaran tambahan di sekolah guna menghadapi ujian nasional, hujan deras mengguyur wilayah Kendal. Vinda, Diana, Eka, Avita, Aies, dan Vera berteduh di warung depan sekolahnya. Sambil berteduh, menunggu angkutan umum. Namun belum ada angkutan lewat, warung tempatnya berteduh disambar petir.

Koordinator BMG Jateng-DIY Ir HM Chaeran mengungkapkan, cuaca cerah berawan dan hanya timbul sedikit hujan rintik-rintik itu, memicu terjadinya penguapan besar-besaran. Awan beruap di ketinggian hingga 25.000 kaki atau lebih dari 10 Km bersuhu 0 derajat Celcius hingga-16 derajat Celcius.

''Jika partikel positif di awan berkoneksi dengan negatif di bumi atau bagian bawahnya, maka dapat menimbulkan hujan disertai petir yang cukup kuat. Ini memang harus diwaspadai masyarakat luas,'' kata Chaeran yang juga Kepala Stasiun Meteorologi Klas II Semarang.

Ketinggian awan beruap paling rendah adalah 100 meter. Tidak mengherankan, kata dia, jika terjadi petir akan mudah mengenai sasaran di bawahnya. Di sisi lain, banyaknya penebangan pohon juga membuat serangan petir semakin leluasa.

Menurut dia, akan lebih baik bila terjadi kondisi seperti itu berlindung di bawah pohon yang berderet cukup banyak. Karena energi positif akan banyak terserap di pohon. (G15,D12,H21-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA