logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 16 Januari 2008 NASIONAL
Line

Pilpres AS Paling Mahal


SM/afp DI NEVADA:Seorang kandidat presiden berkampanye di Reno, Nevada, kemarin.(26)

WASHINGTON - Hasil pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat 2008 belum diketahui. Namun satu hal yang pasti, upaya untuk mencari pengganti Presiden George W Bush menjadi ajang paling mahal dalam sejarah. Biaya kampanye untuk pilpres 2004 lalu mencapai 772,1 juta dolar AS (sekitar Rp 7 triliun) dan dianggap paling mahal saat itu.

Untuk tahun ini, sejumlah pihak mempre-diksi kampanye pilpres Amerika bakal me-nelan biaya sekitar satu miliar dolar AS. Bahkan menurut majalah Fortune baru-baru ini, total biaya pilpres diperkirakan mencapai 3,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 29,7 triliun).

Sebagai perbandingan, dalam kampanye pilpres 20 tahun silam George HW Bush menghabiskan dana 65,7 juta dolar AS. Berkat kampanye itu, Bush senior berhasil menggantikan Ronald Reagan untuk menduduki jabatan tertinggi di Gedung Putih. Para ahli sejarah mengatakan, presiden ke-16 Abraham Lincoln mengeluarkan dana sebesar 111.400 dolar AS dalam perjuang-annya menuju Gedung Putih pada 1860.

Menjelang ''Super Tuesday'' 5 Februari 2008, para kandidat kian gencar menggalang dana kampanye. ''Super Tuesday'' merupakan momen penting dalam penjaringan calon presiden. Pada saat itu, 22 negara bagian secara serentak menggelar pemilihan calon presiden (primary) dari Partai De-mokrat dan Republik.

Dana Kampanye

Berapa dana yang dikumpul-kan oleh para kandidat selama tahun 2007? Komisi Pemilihan Federal akan mempublikasikan pengeluaran dana kampanye itu pada 31 Januari mendatang. Kendati demikian kandidat-kandidat dari Demokrat, seperti Hillary Rodham Clinton dan Barack Obama, telah mengumumkan dana kampanye mereka.

Mantan ibu negara Amerika itu menyatakan telah berhasil me-ngumpulkan 115 juta dolar AS (sekitar Rp 1 triliun) pada 2007. Dan sekitar 24 juta dolar di antaranya diperoleh selama kampanye beberapa bulan lalu.

Senator Illinois Obama berhasil menggalang dana 103 juta dolar AS (sekitar Rp 927 miliar) pada 2007. Dari jumlah itu, 22,5 juta dolar AS di antaranya diperoleh Obama selama dia berkampanye pada November dan Desember lalu.

Menyusul kaukus di Iowa dan primary di New Hampshire bulan ini, Hillary menambah pundi-pundi kampanyenya sebanyak enam juta dolar AS (sekitar Rp 54 miliar), sementara Obama memperoleh tambahan dana kampanye delapan juta dolar (sekitar Rp 72 miliar).

Di kubu Republik, kandidat Rudolph Giuliani menyatakan anggaran kampanyenya mencapai 12,7 juta dolar (sekitar Rp 114,3 miliar). Dan tujuh juta dolar (sekitar Rp 63 miliar) di antaranya berupa cek yang dapat diuangkan sewaktu-waktu.

Tim kampanye mantan wali kota New York itu juga mengungkapkan strategi mereka dalam pilpres. Menurut mereka, sebagian besar energi dan dana akan digunakan untuk pemilihan dan primary di Florida. Florida merupakan negara bagian yang sangat menentukan karena memiliki jumlah pemilih terbesar.

''Persoalannya bukanlah seberapa besar dana yang berhasil dikumpulkan, melainkan berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk tahap kampanye terpenting,'' kata Dennis Johnson, dosen manajemen politik di Universitas George Washington.

Kandidat Mitt Romney dari Republik sejauh ini telah mengeluarkan 17 juta dolar (sekitar Rp 153 miliar) dari koceknya sendiri. Romney adalah seorang pengusaha yang juga mantan gubernur Massachusetts.

Sebagian besar dana kampanyenya untuk pilpres 2008 berasal dari sakunya, bukan sumbangan dari donatur. Menurut perkiraan Romney, dia menghabiskan uang rata-rata 100.000 dolar (sekitar Rp 900 juta) setiap hari.

Namun berdasar kiprah kandidat kandidat Republik lainnya, seperti Mike Huckabee dan Senator Arizona John McCain, orang bisa mengatakan bahwa uang saja tidak cukup untuk meraih kemenangan dalam pilpres di Amerika.

Enam bulan lalu, kemampuan kampanye McCain dinilai paling kecil karena dia sangat tertinggal dalam pengumpulan dana. Huckabee juga hanya mampu mengum-pulkan dua juta dolar (sekitar Rp 18 miliar) pada akhir September lalu.

Namun McCain meraih kemenangan dalam primary di New Hampshire. Huckabee secara mengejutkan juga menang dalam kaukus di Iowa. Dan sejak kemenangan di Iowa itu, Huckabee berhasil menambah dana kampanyenya menjadi 8 juta dolar AS.

Kaukus Nevada

Sementara itu, menjelang kaukus di Nevada, kandidat capres dari Partai Demokrat Barack Obama menang tipis atas rivalnya, Hillary Clinton, di negara bagian tersebut.

Dalam polling Reno Gazette-Journal, dari 500 pemilih yang disurvei, sebanyak 32 persen memilih Obama. Sedangkan 30 persen pemilih mendukung Hilla-ry, dan 27 persen lainnya untuk John Edwards.

Dengan margin kesalahan sebesar 4,5 persen poin, tampaknya ketiga kandidat itu sama-sama punya peluang untuk memenangi kaukus Nevada yang akan digelar Sabtu waktu setempat.

Nevada akan menjadi tempat ketiga ajang pemilihan tingkat partai bagi Demokrat setelah Iowa dan New Hampshire. Di Iowa, Obama menang. Sedangkan di New Hampshire, Hillary unggul.

Di kubu Republik, Senator John McCain unggul dalam polling tersebut dengan meraih 22 persen suara. Disusul oleh mantan Walikota New York Rudy Giuliani dengan 18 persen suara dan mantan Gubernur Arkansas Mike Huckabee dengan 16 persen suara. Posisi selanjutnya ditempati mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney dengan 15 persen suara. (afp-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA