SUARA MERDEKA
 
INDEKS MURIA Selasa, 15 Januari 2008

JEPARA - Awal 2008 ini demam berdarah (DB) di Kabupaten Jepara tak menampakkan penurunan. Jika selama 2007 jumlah penderita DB di Jepara 2.358 orang dan meninggal 41 orang, hingga Senin (14/1) jumlah penderita akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu 234 orang yang tersebar di rumah sakit ataupun puskesmas. Yang dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD RA Kartini 14 orang serta menjalani rawat inap 69 orang.

KUDUS - Tuntutan buruh PR Jambu Bol masih belum dipenuhi manajemen perusahaan. Perusahaan meminta waktu pemenuhan hak-hak buruh sampai (31/1). Pasalnya, saat ini PR Jambu Bol mengalami penurunan produktivitas penjualan. Pihak perusahan sudah berusaha memenuhi tuntutan buruh dengan bipartit melalui musyawarah mufakat. Namun wakil dari buruh meminta persetujuan harus dibuat hitam di atas putih.

REMBANG - Puluhan perajin tahu dan tempe di Kabupaten Rembang, kini menghentikan usahanya. Pasalnya, harga bahan utamanya berupa kedelai (Glycine max) naik. Sejumlah perajin mengatakan, sejak awal 2008 harga kedelai mencapai angka tertinggi, yakni Rp 7.800-Rp 8.000/kg. Padahal sebelumnya cuma Rp 4.000-Rp 4.200/kg.

PATI - Setelah 10 ditutup untuk semua jenis kendaraan, Senin (14/1) jalur Pati-Gabus dibuka kembali. Sebab, genangan air yang terjadi di jalan raya tersebut kini mulai surut. Kaur Bin Ops Satlantas Polres Pati Iptu Amlis Chaniago, ketika ditanya sehubungan dengan hal tersebut membenarkan adanya. Kendati demikian, pihaknya tetap harus memantau ketinggian air yang mengenangi jalan raya, di utara Jembatan Ngantru.

BLORA- Pemkab dan masyarakat Blora harus lebih serius agar bisa mendapat penghargaan kota terbersih, yakni piala Adipura. Pasalnya, berdasarkan pengumuman peringkat kota terbersih 2007-2008 di Jateng dari hasil pemantauan tahap pertama, belum lama ini, Blora hanya menempati peringkat 16 dari 35 kabupaten dan kota di Jateng. Sedangkan untuk kategori kota kecil, Blora berada di nomor 11 dari 21 kota kecil.

JEPARA- Sampai saat ini kelangkaan urea masih terjadi di Jepara. Dinas Pertanian dan Peternakan yang mengawasi semua distributor akhir pekan lalu mengemukakan, pupuk tersebut kosong di gudang. Pada Selasa (15/12) ini Pemkab akan membahasnya secara khusus. ''Di Jepara ada empat distributor. Di semua gudang mereka kosong,'' ujar Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Jepara Ahmad Mudjab, kemarin.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA