| Selasa, 15 Januari 2008 | NASIONAL |
ANEKA WARTAPermukiman Dekat "Roxy" TerbakarJAKARTA - Permukiman di dekat pusat belanja Roxy, Jakarta Barat, dilalap si jago merah, kemarin. Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan. Menurut Ramon, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, lokasi kebakaran itu ada di RT 8 RW 14, dekat proyek banjir kanal barat (BKT), Tomang. "Dekat Roxy," ujar Ramon. Laporan kebakaran diterimanya pukul 12.45 WIB. Sekitar tiga jam api mengamuk dan ''melahap'' permukiman warga. Setelah itu, barulah api yang mengamuk di Jl Inspeksi, RT 8 RW 14, Tomang, Jakarta Barat tersebut, berhasil dipadamkan. "Api sudah dilokalisasi pukul 16.15 WIB," kata Ramon. Dia menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan 25 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. "Penyebab kebakaran sedang diselidiki," ujar dia. Ramon juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun ratusan korban kebakaran terpaksa mengungsi. (dtc-62) Mutasi Sejumlah Jenderal JAKARTA- Mabes Polri, semalam, mengeluarkan telegram berisikan mutasi sejumlah jenderal baik di jajaran staf Mabes Polri maupun Kapolda. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto semalam mengaku telah mendengar adanya mutasi yang melibatkan para perwira tinggi itu. "Saya malah belum baca TR (telegram rahasia) yang dikeluarkan. Besok saja ya," katanya. Namun dfia menyebutkan Kapolda Jabar Irjen Pol Sunarko Danu Ardanto menduduki jabatan di Lemhanas. Sunarno digantikan oleh Brigjen Pol Susno Djuadji. Yang mengejutkan Kepala Sekolah Lanjut Perwira (Selapa) Polri Brigjen Pol Budi Gunawan menjadi Kapolda Jambi menggantikan Brigjen Pol Carel Risakotta. Dengan begitu, Budi akan menjadi orang pertama alumni Akpol 1983 yang menjadi Kapolda. Ia juga tercatat meraih jenderal tercepat dibandingkan dengan rekan-rekan seangkatannya. Carel selanjutnya akan menduduki jabatan sebagai salah satu staf di Deputi Operasi Kapolri. Hingga kini belum diperoleh nama-nama jenderal yang ikut dalam gerbong mutasi.(ant-77) Bantah Pembatasan Tayangan MALANG- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Prof M Nuh membantah kalau pemerintah memberlakukan pembatasan tayangan baik di media cetak dan elektronik. Namun berita-berita apapun hendaknya mengandung beberapa aspek terutama untuk anak-anak. Ada tiga aspek, berita yang disajikan hendaknya harus ada kandungan edukasi atau pendidikan. Selain itu harus ada unsur pemberdayaan dan pencerahan serta memperkuat basis nasionalisme. "Untuk apa kalau kita semua menjadi tidak berdaya, juga kalau masalah perkara itu sangat banyak tapi yang diperlukan adalah perkara itu bisa menghasilkan sesuatu yang baik," katanya, baru-baru ini.(jo-77) |