logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Januari 2008 NASIONAL
Line

Doa Khusnul Khatimah

SOLO- Doa bersama untuk kesembuhan mantan Presiden RI Soeharto kembali dipanjatkan. Kali ini giliran warga Kalitan RW 1/RW 2 dan warga Kauman, Solo, berdoa bersama di Pendapa Ndalem Kalitan, kediaman keluarga Cendana di Solo.

Doa bersama ini diikuti oleh 300 orang, Senin (14/1), dimulai pukul 16.00 sampai pukul 16.40.

Doa bersama dipimpin oleh takmir Masjid Nurul Iman KH Muhammad Wasin. Doa-doa dipanjatkan dengan didahului pembacaan Surat Alfatihah, Surat Yasin, ayat Kursi dan doa bersama untuk kesembuhan Pak Harto.

Sebelum doa bersama dimulai, Kepala Rumah Tangga Ndalem Kalitan, KRM Sriyanto berharap agar Pak Harto diampuni oleh Allah SWT dan diberi kesembuhan seperi sediakala. "Semoga Pak Harto diampuni oleh Allah SWT dan diberi kesembuhan," katanya.

Sementara itu, H Wasin mengatakan warga Kalitan sudah ikhlas. "Apabila Pak Harto diberi kesehatan, semoga beliau diberi kesempatan untuk beribadah dan apabila dipendhet (diambil), semoga dalam keadaan khusnul khatimah (baik akhirnya)," imbuhnya.

Keamanan Kalitan

Saat ditanya soal persiapan Ndalem Kalitan jika kemungkinan yang terburuk terjadi pada Pak Harto, KRM Sriyanto mengatakan sudah ada panitia dari pusat.

Ndalem Kalitan hanya manut saja. "Saya dapat kabar beliau kondisinya sudah membaik, kita berdoa saja dan berharap yang terbaik. Aja nggege mangsa," ujarnya.

Terkait dengan koordinasi Ndalem Kalitan dengan Poltabes Surakarta, dia mengatakan koordinasi biasa saja, yakni keamanan Ndalem Kalitan seiring dengan banyaknya warga yang berkunjung.

Sriyanto mengatakan Soeharto orang yang tegas dan jujur. Dia mengibaratkan HM Soeharto seperti tokoh pewayangan Bima atau Werkudara. Selain itu, Pak Harto juga dikenal ramah dengan pegawainya.

Saat berada di Kalitan, Pak Harto tiap pagi berjalan-jalan kemudian minum susu untuk tulang. "Setelah itu beliau senang sekali berada di dekat burung perkutut yang ada di sangkar," tuturnya.

Tidak hanya itu, setiap kali berada di Kalitan sejumlah pedagang masakan Jawa dipanggil. Sederet pedagang makanan menjadi langganan saat Soeharto berada di Kalitan, seperti sate kambing mbok Galak, nasi liwet mbok gendong serta soto kwali di sekitar Manahan.

Menurut Sriyanto, mantan penguasa Orde Baru selama 32 tahun tersebut terakhir ke Kalitan dua tahun silam, bertepatan nyadran atau nyekar di makam, bulan Ruwah sebelum puasa.

"Saya belum tahu kapan akan ke Jakarta, kita berdoa saja untuk kesembuhan dan kesehatan beliau," ungkapnya.

Sementara itu sejumlah peralatan seperti kajang (tenda), sound system, kursi yang didatangkan Pemkab Karanganyar sejak Sabtu (12/1) di kompleks Astana Giri Bangun, Matesih, tidak jadi dipasang. Demikian juga dengan mobil pemadam kebakaran, sudah ditarik sejak awal.

''Saya tidak tahu kenapa peralatan itu didatangkan. Padahal kami tidak meminta,'' kata pekerja makam. (H46,G8-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA