logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Januari 2008 NASIONAL
Line

Padi Puso, Waspadai Impor Beras

SEMARANG -Banyaknya tanaman pangan di sejumlah kabupaten/kota Jateng terendam banjir dan padi yang puso sebagai imbas bencana sejak akhir Desember 2007, dikhawatirkan anggota Komisi B DPRD Jateng Fatria Rahmadi, dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mendorong pemerintah mengambil kebijakan impor beras.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi B Agna Susila. Menurut dia, pemerintah tidak perlu impor. Sebab, berdasarkan laporan Bulog, stok pangan Jateng aman. ''Yang perlu dilakukan pemerintah yakni mendorong para petani di sentra produksi beras seperti Sragen, Karanganyar, Grobogan, dan daerah lain bangkit,'' ujar dia, Jumat (11/1).

Seperti diberitakan, padi yang terendam banjir mencapai 56.506,75 ha, di 19 kabupaten/kota. Gubernur Jateng Ali Mufiz mengakui banjir yang merendam ribuan hektare sawah memengaruhi program peningkatan beras nasional. Tapi dia menegaskan tidak memengaruhi ketahanan pangan.

Subsidi Benih

Hasil sidang lapangan komisi B di Sragen, ditemukan paling tidak 10.700 ha tanaman pangan di daerah itu terendam banjir, dan padi puso mencapai 7.500 ha. Demi kebangkitan petani Jateng komisi yang membidangi perekonomian itu siap membahas usulan anggaran mendahului perubahan APBD, kalau Pemprov mengajukan.

''Kami siap membahas, kalau ini merupakan upaya membangkitkan petani Jateng. Saya usul, bantuan provinsi diwujudkan dalam bentuk subsidi benih, subsidi pupuk, dan yang lain,'' kata Agna.

Fatria Rahmadi yakin dengan potensi dan sumber daya pertanian yang ada, Jateng mampu mengatasi persoalan sehingga tidak perlu impor beras.(H7,H37-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA