| Sabtu, 12 Januari 2008 | NASIONAL |
Lepas dari Banjir, Terjerat Hama Tikus
KUDUS - Sebagian besar lahan sawah di Kecamatan Undaan Kudus tenggelam oleh banjir. Meski demikian ada pula yang tak terkena luapan air Sungai Wulan, Lusi, serta Juana itu. Ratusan hektare sawah di Desa Karangrowo misalnya, selamat dari banjir. "Di desa kami 525 hektare sawah tenggelam. Kerugian mencapai puluhan miliar rupiah," jelas Kepala Desa Karangrowo Romadi. Meski demikian ada sekitar 300 hektare yang tak tergenang. Lahan tersebut kebetulan berada di bagian timur Sungai Juana dyang tanggulnya tidak jebol. Tapi kebahagiaan itu ternyata hanya sekejap. Sebab sawah-sawah yang selamat tersebut justru akhirnya menjadi sasaran tikus. Sebelum bencana datang, para petani di kecamatan itu memang disibukkan oleh hama tikus. Mereka berjaga di malam hari. Bahkan sering ronda bersama untuk menangkap hama tersebut. Tak jarang, ada pula yang memasang perangkap listrik di sawah mereka. Para petani menanamkan kabel di sawah sehingga bisa menyengat tikus sampai mati. Meski demikian, cara tersebut tidak dianjurkan karena membahayakan. Tikus-tikus yang semula berada di banyak tempat tampaknya berpindah dan menyerang lahan sawah yang selamat. Menurut Romadi hal itu sama sekali tak diduga. Dia bersama warganya yang lain terus berjaga di sekitar lokasi meski harus menempuh perjalanan dengan perahu karena genangan air belum surut. Kepala Desa Wonosoco Sudarmin berharap pemerintah memperhatikan nasib petani. "Selain rugi karena sawahnya gagal panen, mereka juga harus menanggung utang di bank," jelasnya. Para petani memang biasa utang di bank saat musim tanam tiba. Dana tersebut mereka gunakan untuk mengolah lahan, serta membeli benih dan pupuk. Dia berharap, pemerintah bisa membuat kebijakan agar para petani diberi kelonggaran membayar utang. Pada Jumat (4/1) Menteri Pertanian Anton Apriantono datang ke Kudus. Dia mengunjungi Kecamtan Undaan untuk melihat kondisi banjir. Anton juga menyerahkan bantuan benih 180 ton, pupuk 750 ton, serta dana Rp 10 juta. Plt Kepala Dinas Pertanian Kudus Heri Widyowati mengatakan pihaknya akan melakukan inventarisasi berapa kerugian sebenarnya dari sektor pertanian. Data tersebut akan digunakan juga untuk memberi bantuan pada para petani. (H8,H35,H50,J18-62) |