| Sabtu, 12 Januari 2008 | NASIONAL |
Penyaluran Pupuk Bersubsidi Menyimpang
DEMAK - Menteri Pertanian Anton Apriantono mengakui masih terjadi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Saat berkunjung ke daerah korban banjir seperti di Kabupaten Grobogan dan Demak, Jumat (11/1), di beberapa pengecer tidak resmi, dia menemukan banyak pupuk bersubsidi dijual bebas. Seperti saat mengunjungi Kecamatan Brati, Grobogan, Anton mendapati dua pengecer tidak resmi menjual pupuk bersubsidi dari jenis phonska dan SP 36. Dia yang langsung mendatangi pengecer di Pasar Brati mendapat pengakuan kalau pupuk-pupuk itu didapatkan dari agen penyalur resmi. Akibatnya harga pupuk seperti phonska dijual Rp 92 ribu/sak. "Ini yang namanya penyimpangan. Pengecer tidak resmi mendapatkan pupuk bersubsidi dari agen yang resmi. Saya minta PT Pupuk Kaltim (PKT) maupun daerah bisa menindak mereka," tandasnya. Selain itu, di tempat yang sama, Mentan menemukan berbagai botol pestisida yang sudah kedaluwarsa dan ilegal (tak berizin) dijual bebas. Pupuk Palsu Kepada petani dan distributor pupuk, dia juga mengingatkan untuk mewaspadai pupuk palsu. Saat di Pandeglang dan Karawang, dia menemukan langsung pupuk palsu yang isinya tak lebih berupa kapur. "Pupuk dibuat mirip dengan jenis SP 36 dan KCL. Karungnya menggunakan label yang tidak jauh beda dengan produk aslinya. Tolong ini diwaspadai," kata dia. Kedatangannya ke dua kabupaten itu untuk melihat kondisi areal persawahan yang dilanda banjir. Apalagi Januari ini, banyak sawah mulai masuk masa tanam II. "Jangan sampai karena banjir, mengganggu stok beras secara nasional," tandas Anton yang didampingi Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian (Deptan) Sutarto Alimoeso. Secara menyeluruh banjir yang melanda sebagian daerah di Jateng tidak mengganggu ketahanan pangan nasional. Soal padi yang puso, data dari Deptan hanya 60.000 ha. "Untuk puso masih di bawah normal, karena sudah kami perhitungkan dalam setahun diperkirakan lahan yang puso berkisar 240.000 ha, jadi kalau hanya 60.000 ha, masih normal," kata Sutarto. Dalam kesempatan itu Deptan membagikan benih padi untuk Jateng sebanyak 780 ton benih. Alokasinya, antara lain untuk Grobogan 115 ton, Demak 25 ton, dan Sragen 185 ton. Untuk pupuk juga langsung disalurkan sebanyak 3.100 ton dari jenis NPK Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menjelaskan, untuk lahan sawah yang puso seluas 4.653 ha dari 9.433 ha. Lahan jagung puso 737 ha dari 1.129 ha. (H37,H1,H41-62) |