logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Januari 2008 NASIONAL
Line

SBY: Maksimalkan Perlindungan Hukum TKI

KUALA LUMPUR- Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat memaksimalkan upaya perlindungan dan pelayanan hukum kepada seluruh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. "Para TKI harus mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang baik. Apabila ada masalah, maka hukum dan keadilan harus ditegakkan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat konferensi pers bersama dengan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, di Kuala Lumpur, kemarin.

Dalam rangkaian Pertemuan Konsultasi Tahunan Indonesia-Malaysia tahun 2008 yang dilangsungkan di kantor PM Malaysia di kawasan Putrajaya, Presiden Yudhoyono memberikan apresiasi kepada pemerintah Malaysia yang berusaha menyelesaikan permasalahan hukum yang dihadapi TKI di Malaysia.

"Kita (Indonesia-Malaysia) telah berbicara secara terbuka, tulus untuk mengatasi masalah. Masalah pasti ada namun yang penting kita memastikan agar perlindungan, pelayanan dan pemberian hak mereka (TKI, red) dapat dilaksanakan dengan baik," kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, jumlah TKI di Malaysia sangat besar, sehingga kehadiran mereka tentunya juga ikut menyumbang ekonomi dan pembangunan di Malaysia dan Indonesia. Karena itu sudah sepantasnya kalau kedua pemerintahan melakukan pengelolaan yang baik dengan melakukan perlindungan yang baik sehingga manfaat yang diperoleh pemerintah kedua negara dapat dicapai.

"Saya menyerukan kepada pekerja Indonesia untuk mentaati hukum atau Undang-undang yang ada di Malaysia. Apabila ada kasus, siapapun yang bersalah apakah pekerja atau pemberi kerja harus diberi sanksi," kata Presiden.

Interaksi Budaya

PM Abdullah Badawi memberikan apresiasi atas usaha yang dilakukan Presiden Yudhoyono yang dengan sepenuh hati juga ingin menyelesaikan masalah ketenagakerajaan sebagai bentuk upaya lebih mempererat hubungan RI dengan Malaysia.

Dia mengakui, ada sejumlah masalah terkait hubungan bilateral RI-Malayasia yang timbul dari waktu ke waktu. Karena itu, Badawi menekankan agar masalah tersebut dapat diselesaikan, sehingga tidak meluas.

"Kita ingin nanti masalah tidak membawa pada keadaan yang semakin rumit, yang membawa pada perkembangan yang negatif dalam hubungan antara Malaysia dengan Indonesia," ujarnya.

Menurut Badawi, Indonesia dan Malaysia telah membangun hubungan yang baik sebelum kedua negara ini merdeka yang tergambar dari "Cultural interaction" (interaksi budaya) antara penduduk kedua bangsa.

"Tidak sedikit warga Indonesia asal Minangkabau atau Jawa Timur yang bertandang ke Malaysia. Mereka datang bersama membawa lagu, tarian, musik, adat istiadat dan masakan yang kemudian menjadi kebiasaan bagi Malaysia," ujarnya. (ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA