logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 NASIONAL
Line

Menkes: Askeskin Tak Pakai BLT


SM/dok n Siti Fadilah Supari

KLATEN- Walau banyak pengaduan yang menyebutkan pemberian asuransi miskin (askeskin) salah sasaran, program tersebut akan diteruskan karena bertujuan membantu masyarakat miskin dalam berobat. Sambil jalan, masalah yang ada akan diatasi termasuk dengan validasi data.

''Dulu pakai BLT, tapi banyak yang tidak miskin ikut terdaftar. Yang sekarang, untuk mengajukan askeskin tidak pakai BLT, tapi pakai SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari desa,'' kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, di Klaten, Kamis (10/1) kemarin.

Dia menyatakan masih ada yang mengunakan syarat mempunyai BLT (bantuan tunai langsung) untuk mengajukan kartu askeskin. Saat ini, syarat tersebut sudah tak berlaku lagi karena BLT dinilai banyak salah sasaran.

Alokasi dana askeskin 2007 dan 2008 sama yakni sebesar Rp 4,6 triliun. Diharapkan dana tersebut dapat mengatasi masalah kesehatan seluruh warga miskin di Indonesia. Saat ini, data penerima askeskin sedang divalidasi dan belum selesai.

Poskestren

Menteri dari Muhammadiyah itu hadir di Klaten untuk meresmikan 204 Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) se-Jateng di Pondok Pesantren Muhammadiyah Sangkal Putung, Klaten. Sebanyak 66 di antaranya adalah ponpes Muhammadiyah.

Acara dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Bupati Klaten Sunarna, Wakil Bupati Samiadji, Muspida, Ketua PW Muhammadiyah Jateng Marpuji Ali, pengurus Muhammadiyah Klaten dan pengurus Ponpes Muhammadiyah se-Jateng.

''Selama 2006-2007, Departemen Kesehatan telah mengalokasikan dana Rp 40 miliar untuk Muhammadiyah. Ini bukan KKN, tapi karena Muhmmadiyah merupakan sektor swasta yang paling banyak bergerak di sektor kesehatan,'' ujarnya.

Dia berharap, poskestren Muhammadiyah tak hanya bermanfaat bagi warga Muhammadiyah, tapi juga masyarakat lainnya. Program tersebut untuk memberdayakan rakyat kecil lewat klinik Ponpes.

Program Poskestren secara nasional menelan dana Rp 62 miliar, untuk Jawa Tengah Rp 3,3 miliar selama tahun 2006-2007.

Din Syamsuddin yang hadir untuk meresmikan Ponpes Sangkal Putung sangat mendukung pembentukan Poskestren. Dia menegaskan Poskestren Muhammadiyah tak hanya bagi warga Muhammadiyah, tapi juga melayani orang dan kelompok lain.

Marpuji Ali menambahkan program Poskestren sepenuhnya dibiayai pemerintah lewat Depkes. Bantuan tiga mobil ambulan, obat seberat 2,5 ton dan alat kesehatan yang telah digunakan untuk pengobatan gratis ibu dan manula, serta membantu daerah bencana.(F5-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA