logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 NASIONAL
Line

Ndalem Kalitan Senyap

SOLO- Suasana Ndalem Kalitan, Penumping, Solo yang merupakan kediaman mantan Presiden Soeharto, Kamis (10/1) senyap. Tidak ada aktivitas apa pun yang dilakukan terkait dengan kondisi kesehatan mantan pemimpin Orde baru tersebut.

Berdasarkan pemantauan, sepanjang hari itu, tidak ada menonjol di rumah pribadi Soeharto. Suasana sangat sepi, hanya terdapat beberapa satpam yang berjaga dan karyawan. Pendapa pun senyap.Di ruangan itu hanya sejumlah lukisan yang menggantung di tiang besar. Di antara lukisan itu, terdapat Soeharto yang dilukis dengan seragam seorang jenderal. Di tiang sebelahnya, lukisan Ibu Tien Soeharto menggantung seolah mendampingi Soeharto.

Menurut Ngatno, salah seorang satpam, rumah sudah dibuka untuk umum sejak lama, jauh hari sebelum Soeharto sakit. Saat ini, tidak ada kegiatan di Ndalem Kalitan terkait dengan kondisi kesehatan mantan orang nomor satu di negeri ini.

"Sudah dibuka sejak lama, tidak hanya pas beliau (Soeharto-red) sakit saja. Yang jelas, kalau ada orang yang mau ke sini, izin ke satpam bisa masuk," katanya.

Dia menegaskan, sejak pak Harto sakit dan dirawat di RSPP, tidak ada perintah atau intruksi dari keluarga cendana yang diterima Kalitan. Kegiatan berjalan normal seperti biasa, yakni bersih-bersih lingkungan rumah.

Sugi, salah seorang yang mengaku kerabat Ndalem Kalitan mengatakan, selama ini tidak ada perubahan kegiatan di Kalitan. Semua berjalan seperti biasanya.

Beberapa waktu lalu memang ada doa bersama yang dilakukan di masjid di depan Ndalem Kalitan. Doa itu dilakukan jamaah untuk kesehatan dan kesembuhan Soeharto.

"Kalau kegiatan bersih-bersih yang dilakukan itu bukan lantaran perintah dari cendana. Itu dilakukan karena sudah menjadi kegiatan rutin," kata Sugi sembari mengatakan Ndalem Kalitan mempunyai 10 karyawan lebih.

Pria itu mengakui, dalam beberapa waktu terakhir ini memang terdapat banyak pengunjung ke Ndalem Kalitan. Kebanyakan dari luar kota, bahkan ada yang dari luar Jawa. Namun, sekali lagi dia menegaskan mereka berkunjung itu tidak semata-mata karena kondisi kesehatan Soeharto.

"Silakan melihat dan berkunjug ke rumah ini, tetapi batasnya hanya pendapa saja, tidak dilarang," katanya. (H46-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA