logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 NASIONAL
Line

Mega Tantang Tokoh Muda

  • Saat Pidato Ultah Ke-35 PDI-P

JAKARTA- Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri menantang kaum muda untuk maju menjadi pimpinan bangsa. Tantangan itu menyusul kritik masih bertahannya kaum tua dalam Pilpres 2009.

"Untuk yang muda-muda, jadilah orang yang punya mimpi. Jadi mangga anak muda saya tantang. Rano Karno boleh loh. Go ahead!" tantang Mega dalam sambutan peringatan HUT Ke-35 PDI-P di kantor DPP Jl Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Mendengar tantangan Mega, Rano Karno yang baru saja bergabung menjadi warga PDI-P pun senyam senyum. "Saya pernah tanya Bung Karno, kenapa panglimanya muda, menterinya juga muda-muda. Saya sampai berpikir keras soal hal itu. Lalu Bung Karno jawab, secara rasio, umurnya pasti lebih panjang," tutur Mega.

Untuk itu, Mega berharap masih tetap ada tokoh bangsa dari kalangan muda. "Apalagi kalangan media selalu bertanya-tanya, kenapa kok itu-itu saja yang muncul. Kenapa tidak muncul yang muda-muda? Sampai saat ini saya belum dengar loh," tandas Mega.

Dikatakan, kesediaan maju dalam pilpres nanti bukan karena kekuasaan. ''Tetapi saya melihat belum ada sosok kaum muda yang saat ini bisa diandalkan untuk memimpin bangsa,'' kata Mega.

Pada kesempatan itu secara simblolis dilakukan pemberian Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI-P pada sejumlah artis yang bergabung dengan partai berlambang kepala banteng dalam lingkaran itu.

Mega menyerahkan KTA pada aktor dan artis Rano Karno, Rieke Dyah Pitaloka, Mandra, Ahong 'Si Doel', Miing, Edo Kondologit, dan Suti Karno. Kemudian atlet renang Richard Sambera, atlet bulutangkis Ricky Subagja, dan atlet catur Utut Adianto.

Mantan Presiden RI itu mengajak kaum muda agar mau mewujudkan keiningan untuk membangun bangsa ke arah yang lebih baik. ''Jangan takut mewujudkan mimpi,'' katanya.

Untuk itu, Mega berharap masih tetap ada tokoh bangsa dari kalangan muda. Apalagi kalangan media selalu bertanya-tanya, kenapa kok itu-itu saja yang muncul. Kenapa tidak muncul yang muda-muda? Sampai saat ini saya belum dengar loh,'' tandas Mega.

Pergerakan Politik

Mega menyoroti situasi pergerakan politik menjelang Pemilu 2009 yang dinilai semakin aktif, seperti munculnya lobi-lobi politik yang mulai tampak. ''Sebagai ketua umum, saya melihat fragmentasi makin hari makin aktif. Mulai kelihatan lobi-lobi dengan cara masing-masing yang menunjukkan eksistensinya,'' paparnya.

Dia menilai, pergerakan semacam itu sangat baik dan menunjukkan adanya demokrasi. ''Yang harus kita jaga, tetap dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan UUD 1945,'' imbuhnya.

Mega menjelaskan, tidak mudah baginya untuk memimpin partai berumur 35 tahun. Dalam kurun waktu itu partai berlambang banteng moncong putih itu banyak mengalami gelombang pasang surut.

''Membentuk partai itu mudah. Cari orang, terus dibawa, bikin akte notaris, lalu jadi. Yang sulit, membesarkan, menjaga kekompakan, soliditas anggota,'' jelasnya.

Ketua Panitia HUT Ke-35, Puan Maharani mengatakan tema Gotong Royong Membangun Bangsa bermakna runtuhnya kedaulatan rakyat saat ini harus diakhiri dengan membangun negeri kembali ke inti ideologi masyarakat Indonesia yakni melalui semangat gotong royong.

Acara ulang tahun yang digelar sejak pukul 11.00 ini dimeriahkan oleh para pendukung fanatik partai berlambang banteng moncong putih. Dengan kaos merah darah mereka memadati jalan di depan kantor DPP PDI-P.

Sementara itu, tokoh-tokoh politik yang hadir dalam ultah PDI-P ini di antaranya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi, Mantan Kasad Ryamizard Riyacudu, dan mantan Wakil Presiden Try Soetrisno.(di-48)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA