logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 NASIONAL
Line

Pindah ke PDI-P


SM/ant Rieke

JAKARTA- Artis Rieke Dyah Pitaloka, yang terkenal ketika memerankan tokoh Oneng dalam drama komedi Bajaj Bajuri mengaku, kepindahannya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke PDI Perjuangan karena kesamaan garis ideologi.

"Saya punya garis ideologi yang sama dengan partai berlambang banteng moncong putih ini," kata Rieke Dyah Pitaloka dalam acara ulang tahun ke-35 PDI-P di kantor DPP PDI-P Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, banyaknya artis masuk partai merupakan cermin bahwa artis sama dengan masyarakat sipil lain yang juga mempunyai hak politik, cita-cita politik, dan berhak mengimplementasikannya ke mana pun. "Jadi, sekarang pertanyaanya apakah artis itu masuk ke sebuah partai bermodal keartisannya atau karena dia punya cita-cita ideologi yang sama dengan partai yang ia masuki. Saya pribadi, punya garis ideologi yang sama dengan PDI-P," ujarnya.

Menurut dia, ideologi yang dimaksud adalah sama-sama memperjuangkan pluralisme, demokratisasi, keadilan, dan kemanusiaan. "Jadi, tidak ada alsan saya untuk tidak memilih PDIP, karena bagaimana pun gerakan moral saja tidak cukup," katanya.

Menurut dia, saat ini tidak perlu lagi mempertanyakan alasan artis masuk parpol, tapi yang harus menjadi pertanyaan adalah peran yang akan dilakukan artis ketika dia masuk partai.

Kehilangan

Kepindahannya membuat PKB merasa kehilangan. Sebab dia adalah sosok yang nothing to lose.

Sehubungan dengan kepindahan itu, Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar menyatakan belum tahu persis.

''Saya belum tahu, tapi saya akan segera telepon dia,'' kata DPP PKB Muhaimin Iskandar usai memberikan sambutan acara pelantikan dan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Kabupaten Bantul di Gedung Kesenian Gabusan, Jalan Parangtritis, Bantul, Kamis (10/1).

Ketua DPW PKB DIY, Agus Wiyarto menyesalkan kepindahan ''Oneng'' ke PDI-P, karena ini kerugian besar bagi PKB. Apaagi, kata dia, Rieke Dyiah Pitaloka merupakan sosok yang sama sekali tidak mempunyai ambisi pribadi untuk menjadi wakil rakyat atau jabatan lainnya.

''Ya kita kehilangan, tetapi saya yakin dimanapun Rieke berada misinya tetap kebangsaan,'' kata Agus Wiyarto.

Dia menyatakan, kepergian Rieke Dyiah Pitaloka ke PDI-P bukan tanpa sebab. Wanita itu menilai proses dinamika yang ada di PKB tidak sehat.

Selanjutnya Rieke pamit keluar dari PKB untuk proses pembelajaran. Kenyataan itu sah-sah saja. Kebetulan dia cocok atau condong ke partai yang berlambang kepala banteng.

''Yang jelas Rieke keluar dari PKB dan bergabung dari PDI-P telah berpamitan secara baik-baik,'' kata Ketua DPRD Kabupaten Bantul periode 1999-2004 ini. (sgt,ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA