logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 SEMARANG
Line

Ratusan Orang Padati Makam Kiai Ageng Selo

GROBOGAN-Ratusan orang memadati Kompleks Makam Kiai Ageng Selo di Dusun Krajan Desa Selo Kecamatan Tawangharjo menjelang perayaan Tahun Baru Muharam 1429 Hijriah Rabu (9/1) malam.

Mereka berdatangan dari berbagai penjuru daerah seperti Kudus, Pati, Megelang, dan Temanggung. Selain itu masih ada peziarah asal Gresik, Malang, dan Tuban Jatim.

Sementara yang lain berasal dari Kawasan Cirebon dan Karawang Jabar. ''Sudah menjadi tradisi kami, untuk melakukan ziarah kubur di makam para ulama dan wali. Khususnya mereka yang dikenal sebagai sosok penyebar agama Islam di bumi Nusantara,'' jelas Salim seorang peziarah warga Muntilan Magelang.

Lebih jauh, Pria tersebut mengakui kiprah Kiai Ageng Selo yang semasa mudanya bernama Bagus Sogom, sejajar dengan para wali dan ulama ternama lainnya dalam menyebarkan dakwah Islam. Jasanya, juga tidak kecil dalam mengenalkan Islam bagi warga Grobogan dan sekitarnya.

Menggelar Tahlil

Selain mengunjungi Makam Kiai Ageng Selo rombongan dari Magelang yang menumpang lima bus tersebut selanjutnya akan meneruskan perjalanan ke Makam Syekh Jangkung di Kabupaten Pati.

Puluhan Jamaah Miftahul Falah dari Gresik Jatim malam itu juga melakukan hal serupa yang dilakukan rombongan dari Magelang. Mereka, berjumlah sekitar 30 orang menggelar Tahlil, dan membaca Yasin di depan pintu makam ulama yang diyakini sebagai cikal bakal raja-raja di tanah Jawa tersebut.

Juru Kunci Makam, Abdul Rozaq mengakui, bertepatan dengan pelaksanaan perayaan tahun baru Muharram atau lebih dikenal dengan nama 1 Sura, lingkungan makam dipadati pengunjung.

Khusus hari itu pula pintu masuk makam akan dibuka menunggu sampai peziarah selesai mengunjungi tempat itu.

Keramaian yang sama juga terlihat dimakam Kiai Ageng Tarub di Desa Tarub Tawangharjo yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Makam Kiai Ageng Selo.

Di tempat ini menurut Juru Kunci Mas Ngabehi Priyo Hastono Kiai Ageng Tarub yang lekat dengan cerita Dewi Nawangwulan, merupakan kakek buyut dari Kiai Ageng Selo. Kedua tokoh ini pula yang kemudian dianggap sebagai sesepuh dan cikal bakal Kabupaten Grobogan. (H41-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA