logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 KEDU & DIY
Line

MTA Terima Penjamasan Pusaka

PURWOREJO-Museum Tosan Aji (MTA) Purworejo menerima penjamasan pusaka selama bulan Sura (penanggalan Jawa). Masyarakat yang memiliki koleksi tosan aji bisa membawa koleksinya untuk dijamas secara gratis.

Kepala MTA Tri Yuliana mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka di sela-sela persiapan acara penjamasan koleksi pusaka milik museum tersebut kemarin. ëíSilakan saja membawa pusakanya kesini. Kami akan menjamaskannya. Layanan ini diberikan satu bulan penuh selama Sura,íí katanya.

Dia menjelaskan, koleksi tosan aji milik MTA saat ini jumlahnya sudah mencapai ribuan. Terdiri dari tombak, keris, dan beberapa jenis tosan aji lainnya. ëíAda keris Mataram, Padjajaran, Majapahit, dan lain-lain,íí katanya.

Pada bulan Sura tahun ini, acara penjamasan pusaka dilakukan secara sederhana. Hanya beberapa pusaka yang dinilai sudah kotor saja yang dijamas. Yang lainnya hanya diberikan minyak.

Tri menjelaskan, bulan Sura pada tahun 2008 terjadi dua kali. Yakni bertepatan dengan bulan Januari dan akhir Desember nanti. Pihak MTA memutuskan, penjamasan secara besar-besaran akan dilakukan pada akhir Desember.

Untuk peringatan bulan Sura kemarin, MTA hanya menggelarnya secara sederhana. Di samping menjamas beberapa pusaka yang dinilai sudah kotor, juga diselenggarakan acara doa bersama yang mengundang para penggemar pusaka tosan aji di Purworejo.

Simbolis

Saat pelaksanaan penjamasan secara simbolis semalem, MTA memilih pusaka Keris Dapur Pendowo Lare yang merupakan pusaka Tangguh Padjajaran. Keris ini meruapakan salah satu koleksi yang cukup berkelas milik MTA.

Tri mengungkapkan, keris yang memiliki jenis pamor tumpalak beras tersebut diperkirakan telah dibuat dalam kurun waktu abad 12-14 Masehi. Penjamasan dilakukan oleh Ketua MTA sendiri disaksikan oleh para anggota paguyuban penggemar tosan aji (Paseban Risang Aji).

Tahap awal penjamasan, keris tersebut terlebih dahulu direndam dengan air kelapa yang dicampur dengan buah pace dan nanas. Rendaman ini untuk menghilangkan karat yang ada di keris.

Selanjutnya keris disikat secara bersih kemudian dikeringkan. Baru setelah itu diberi warangan. Yakni racun yang menempel di keris itu sendiri. ëíKemudian juga dikasih minyak khusus tosan aji,íí katanya menambahkan tujuan penjamasan dan doa itu untuk meminta keselamatan kepada Yang Maha Kuasa. (H43-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA