| Selasa, 08 Januari 2008 | NASIONAL |
Umat Islam Diimbau MujahadahSEMARANG - Umat Islam diimbau menyelenggarakan kegiatan zikir, wirid, mujahadah, istighotsah, muhasabah, dan lain-lain dalam rangka mengakhiri tahun 1428 Hijriyah dan memasuki Tahun Baru 1 Muharam 1429 Hijriyah. Imbauan tersebut disampaikan Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (BP MAJT) Prof Dr H Abdul Djamil MA, kemarin. Menurutnya, umat Islam kadang-kadang lupa pada kalendernya sendiri. Tahun Baru 1429 akan jatuh pada Kamis 10 Januari 2008. ''Doa-doa bisa dipanjatkan sendiri-sendiri atau berjamaah bersama keluarga, tetangga, dan kerabat. Berdoalah agar tahun 1429 membawa berkah, dijauhkan dari segala bala bencana, Allah menurunkan rahmat dan nikmatnya,'' kata Djamil. Ia tidak melarang masyarakat menyelenggarakan kegiatan ritual yang kaitannya dengan tradisi dan budaya 1 Sura, misalnya mandi kungkum, menjamas pusaka, dan lain-lain. Namun ritual muhasabah dan zikir menurutnya lebih penting. Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah, Masjid Agung Jawa Tengah akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Ketua Panitia Hj Sri Murni Muhtarom menjelaskan, Rabu Legi besok (9/1) dimulai pukul 16.00 (bakda shalat asar), umat Islam akan memanjatkan doa akhir tahun secara berjamaah di MAJT. Doa akan dipimpin Drs KH Dzikron Abdullah pengasuh Pondok Pesantren Ad-Dainuriyyah 2 Semarang. ''Insya Allah Gubernur Jateng dan Ibu Hajjah Zaimatun Ali Mufiz akan hadir bersama-sama membaca doa akhir tahun,'' katanya. Usai membaca doa akhir tahun, shalat Maghrib berjamaah, dan dilanjutkan pembacaan doa awal tahun dipimpin KH Ubedullah Shodaqoh SH, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon Bugen, Tlogosari Semarang. Pagi harinya, tepat 1 Muharam 1429 H atau Kamis Pahing (10/1) dimulai pukul 06.00, lanjut Hj Sri Murni, ribuan umat Islam akan mengikuti jalan sehat. Kegiatan Tahun Baru Hijriyah lainnya yaitu santunan kepada yatim-piatu dan duafa yang akan diselenggarakan Sabtu Legi (19/1) pukul 17.00. ''Para aghniya dan umat Islam yang kelebihan rezeki bisa berhubungan dengan kami untuk bersama-sama menyantuni yatim-piatu dan duafa,'' tuturnya.(B13-62) |