| Selasa, 08 Januari 2008 | NASIONAL |
Tempat Tidur Susun Donohudan Tak LayakSEMARANG- Penggunaan tempat tidur susun dua di Asrama Haji Donohudan-Boyolali pada penyelenggaraan haji 2007 memakan korban setidaknya tiga orang. Satu orang yang berumur sekitar 60 tahun mengalami patah tulang sehingga dirawat di RS dokter Moewardi Solo akibat terjatuh dari tempat tidur. Sementara dua orang lain, menurut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) H Boyamin Saiman, juga terjatuh dari tempat tidur tapi tidak sampai mengalami patah tulang. ''Para jamaah yang mendapat jatah tempat tidur bagian atas, rata-rata mengeluhkan tidak bisa tidur. Sebab menghadap lampu yang letaknya dekat dengan eternit,'' kata Boyamin, Senin (7/1). MAKI menilai, tempat tidur susun dua sudah tidak layak lagi digunakan pada asrama haji. Berdasarkan pantauan, Asrama Donohudan merupakan satu-satunya yang masih mempertahankan tempat tidur semacam itu. Terpisah, Kepala Depag Kanwil Jateng Drs H Masyhudi mengungkapkan dirinya tidak bisa banyak memberikan tanggapan, karena dalam posisi ini pihaknya selaku penyewa asrama. ''Kami sudah minta pemprov agar Donohudan disamakan dengan asrama di Jakarta, Surabaya atau Batam. Dengan melihat adanya keterbatasan di Donohudan, biaya sewa pun terpaksa kami turunkan dari Rp 40 ribu/orang/hari menjadi Rp 25 ribu,'' ujar dia. (H7,H37-77) |