| Selasa, 08 Januari 2008 | NASIONAL |
Menag Minta Buktikan kalau Depag TerkorupJAKARTA- Menteri Agama, Maftuh Basyuni, berharap masyarakat tetap menyoroti praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di departemen yang dipimpinnya. Hal ini untuk masukan dan kontrol terhadap upaya pihaknya memberantas KKN di Depag. ''Saya ingin dengar pendapat dan penilaian masyarakat apakah sekarang ini Depag masih terkorup. Jika masih ada korupsi, tolong tunjukkan dimana dan siapa yang korup. Kita bersusah payah memberantas KKN, kita berharap tidak ada KKN lagi,'' kata Maftuh disela peringatan hari amal bakti Depag Ke-62, di Kantor Pusat Depag, Jl Lapangn Banteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Mengenai laporan ICW adanya penyimpangan keuangan dalam pelaksanaan ibadah haji 2006 lalu, Maftuh membantahnya. ''ICW itu tidak benar, coba buktikan. Mau nuduh apa lagi wong kita sekarang telanjang bulat, transparan. Jika ada coba buktikan kebenarannnya,'' katanya. Tentang penanganan terhadap aliran menyimpang dari ajaran Islam yang kini marak, Menag mengatakan, aliran itu menyimpang atau idak adalah berdasarkan norma dan ahlak yang ada di masyarakat. Dengan demikian, jelas mana yang menyimpang dan mana yang tidak. Untuk itu Depag tetap pro aktif menasehati mereka agar kembali kepada ajaran yang benar. ''Kita terus menasehati dan proaktif. Namun, ujungnya terserah mereka, karena itu hak mereka,'' katanya. Menag menegaskan, permasalahan yang menyangkut penyimpangan terhadap agama memerlukan tindakan hukum oleh instansi terkait. Tapi, perlu ditangani dengan cermat, cepat dan tuntas, sehingga tidak memberi celah bagi munculnya tindakan anarkis masyarakat yang tidak dibenarkan dalam negara hukum. ''Anarkis jelas salah. Salah besar, jika mereka yang sesat itu dibakar atau diserang. Itu kriminal.'' Menag mengatakan, jika seluruh pejabat dan keryawan Depag menyadari esensi bekerja sebagai ibadah, serta setiap aktivitas itu diawasi Tuhan, Insya Allah Depag akan menjadi lokomotif reformasi birokrasi. ''Ini berarti Depag mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.'' Selain itu, kata dia, seluruh jajaran Depag diminta memahami paradigma baru bahwa Depag adalah organisasi modern yang harus dikelola secara modern. (F4-48) |