logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Januari 2008 NASIONAL
Line

GEMA GEDUNG BERLIAN

Perbaikan Tanggul Sungai Diminta Diprioritaskan

FUNGSI tanggul yang sebenarnya untuk penahan luapan air dari sungai, ke depan dikhawatirkan sudah tidak bisa lagi dihandalkan. Hal itu terkait kondisi fisik bangunan sejumlah tanggul di Jateng dalam kondisi kritis dan rawan jebol. Di antaranya mengalami limpasan air.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Kamal Fauzi mengungkapkan seperti di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Serang, Wulan dan Juana yang melintas Grobogan, Demak, Kudus, Jepara dan Pati kondisi sudah membahayakan, beberapa titik rawan jebol.

Dia menyebutkan, seperti tanggul di Sungai Cabean, yang melalui Desa Tlogowanu, Guntur dan Desa Brambang, Karangawen, keduanya di Kabupaten Demak, kondisi sekarang ini jebol sepanjang 45 meter. Akibatnya, 450 hektare lahan persawahan tergenang. Hal yang sama juga terjadi di Tunjungharjo, Tegowanu, Demak.

Selain itu juga di Desa Prigi, Kebonagung, Grobogan, tanggul Sungai Tuntang kondisinya terdesak sedimentasi, sehingga ketinggian tanggul hanya 2 meter. Juga di Desa Kemiri, Gubug, Grobogan tanggul kanan ambles sepanjang 25 m dengan kedalaman 0,4 m.

Kamal meminta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng nantinya harus melakukan perbaikan. Sebagai upaya tanggap darurat, saat ini yang bisa dilakukan berupa menutup dengan karung-karung pasir.

''Ini baru sementara, nantinya soal perbaikan jangan sampai dilewati. Pasalnya Sungai Tuntang debitnya sangat besar. Meluap sedikit saja sudah ratusan hektar pemukiman bisa terendam banjir,'' kata dia usai pertemuan terbatas dengan Dinas PSDA, di ruang Komisi D, Senin (7/1).

Sementara Wakil Ketua Komisi D HM Endro Suyitno meminta pemprov serius memantau kondisi tanggul yang rawan jebol. Ia melihat kondisi infrastruktur pengairan yang dikelola Dinas PSDA saat ini menurun. Dia menyebut, dalam Perda 11 tahun 2003, kondisi bangunan air 63,40 persen dalam kondisi baik.

Fungsi Tanggul

Namun dalam Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2008 bangunan air yang baik turun menjadi hanya 53 persen. Saluran pembawa yang baik pada 2003 mencapai 62,42 persen, namun dalam PPAS tahun 2008 menjadi 30 persen. ''Saya melihat fungsi tanggul sudah tidak bisa lagi dihalau,'' tegasnya.

Staf Seksi Penanggulangan Banjir dan Kekeringan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng, Bambang Purnomo Sidhi mengakui, saat ini banyak tanggul sungai di Jateng yang dalam kondisi kritis.

Bahkan beberapa diantaranya sudah jebol dan limpasan. Hanya saja, untuk ini pihaknya belum bisa melakukan langkah apapun, termasuk perbaikan. (Dicky Priyanto, Widodo Prasetyo-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA