| Selasa, 08 Januari 2008 | NASIONAL |
Heli TNI AU Jatuh, Satu Tewas
PEKANBARU- Seorang warga negara Singapura keturunan India, Robert Chandra, menjadi korban tewas akibat jatuhnya helikopter TNI AU jenis S58 Twinpack di Desa Lubuk Agung, Kecamatan Sikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (7/1). Warga Singapura itu tewas di lokasi beberapa saat setelah kejadian. Jenazahnya dibawa ke kamar mayat RS Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru pukul 17.00 WIB. RS tersebut berjarak sekitar 80 km dari Pekanbaru. Kapolres Pelalawan, AKBP I Gusti Gunawa, mengatakan posisi heli saat ditemukan dengan moncong menancap di tanah kebun sawit masyarakat. "Korban saat ditemui umumnya menderita patah tulang. Para penumpang heli yang terdiri dari empat anggota TNI dan lima sipil itu dievakuasi ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru dan Awal bros," ungkapnya. Namun Komandan Lanud Pekanbaru Kol Gandara Olivenca menyebut total penumpang heli itu 11 orang, tujuh di antaranya merupakan warga sipil. Dia menyebutkan penerbangan dipiloti Kapten Arif Budiarto dengan kopilot Lettu Bernandes Pasaribu. Dua awak lainnya adalah Prada Agung dan Serma Bukhori. Sementara tujuh warga sipil yang jadi penumpang adalah Robert, Mikael, Alex, Heri, Hendri, Haryono, dan Andre. Selain Robert yang dipastikan tewas, enam penumpang sipil lainnya mengalami luka-luka dan masih mendapat perawatan intensif termasuk pilot. Mabes TNI AU menyatakan helikopter yang jatuh di Pekanbaru disebabkan salah satu mesinnya mati. "Kemungkinan salah satu mesin helikopter mati, saat berada di ketinggian," kata Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU Marsekal Pertama Daryatmo. Latihan Ia mengatakan, helikopter itu berada di Pekanbaru dalam rangka latihan rutin. Saat salah satu mesin bermasalah, pilot berupaya untuk mendaratkan capung mesin tersebut, namun gagal dan jatuh hingga menewaskan satu orang. "Proses evakuasi terhadap badan helikopter dan korban awak dan penumpang tengah dilakukan, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut," ujar Daryatmo. Heli itu buatan Sikorsky tahun 1958. Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Atang Sendaja Marsekal Pertama Margono mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter tersebut. Tentang jumlah awak dan penumpang yang mencapai sembilan orang saat latihan dilakukan, ia mengatakan masih dalam penelusuran. "Kami belum bisa sampaikan mengenai hal itu. Yang pasti kita masih selidiki," katanya. Helikopter S-58 Twin Pac bermarkas di Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaya, Bogor. Dari sembilan unit yang dimiliki hanya empat yang dinyatakan siap.(ant,dtc-60) |