| Selasa, 08 Januari 2008 | NASIONAL |
Dokter Batasi PembesukJAKARTA - Untuk mencegah penurunan kondisi kesehatan mantan presiden Soeharto yang semakin membaik, untuk sementara waktu, tim dokter membatasi pembesuk penguasa Orde Baru tersebut. Pasalnya, walaupun mengalami kemajuan, secara umum kondisi Soeharto masih lemah. Hal tersebut dikemukakan Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono, di Rumah Sakit Pusat Pertamina, kemarin. Kemajuan tersebut terlihat dari tekanan darah yang mulai stabil yakni 110 hingga 120 mmHg. Padahal sehari sebelumnya mencapai angka 100/50 mmHg. Selain itu, fungsi jantung dan paru-paru juga mengalami kemajuan, serta penumpukan cairan di seluruh tubuh terus berkurang. Kesadaran Soeharto juga dikabarkan terus membaik. ''Nafsu makan Pak Harto juga sudah membaik. Walaupun begitu, program terapi medis intensif tetap dilanjutkan dengan monitoring ketat dan tambahan transfusi darah. Hari ini (kemarin-red) akan dilakukan transfusi darah meskipun hb-nya 8,3 tidak ada penurunan,'' lanjut Mardjo. Selain itu, walaupun harus tetap ditemani, Soeharto sudah mampu berjalan menuju kamar kecil untuk buang air kecil. Dia menambahkan, hari ini rencananya tim dokter akan melakukan operasi Tissue Dofler Imaging (TDI). Operasi tersebut, dilakukan untuk mensinkronkan fungsi kerja antara katup jantung sebelah kiri dan kanan. Menurutnya, bila operasi tersebut selesai, tim dokter akan melakukan scan guna mengecek kondisi seluruh tubuh Soeharto. Anggota tim dokter Djoko Rahardjo mengatakan, tim memutuskan tidak akan melakukan cangkok ginjal kepada Soeharto. Sebab usia jenderal berbintang lima tersebut di atas 80 tahun sehingga tidak memungkinkan. Dia mengakui, tim dokter berharap ginjal Soeharto akan kembali pulih, walaupun tidak 100 persen. Ditanya alternatif apa yang diambil tim dokter bila ginjal Soeharto tidak dapat pulih, Djoko mengungkapkan, akan melihat perkembangan kondisi kesehatan terlebih dahulu. ''Lihat nanti, apakah kami akan memasang alat bantu cuci darah. Kita lihat nanti, masih banyak pertimbangannya.'' Anggota tim dokter lainnya Chris Johannes mengatakan, tim dokter tidak pernah melarang Soeharto makan apapun sepanjang makanan yang disantapnya lunak. Makanan lunak yang dimaksudnya, seperti, bubur, jus buah, dan susu. Walaupun tim dokter membatasi orang yang hendak mengunjungi Soeharto, seperti hari-hari sebelumnya, pembesuk terus mengalir meski tidak sebanyak hari-hari sebelumnya. Di antaranya rombongan anggota DPR dari berbagai fraksi, seperti Wakil Ketua Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Ali Muchtar Ngabalin, Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan. Ditemui di luar lobi rumah sakit, Priyo mengatakan, sebelum memasuki ruang perawatan, dirinya disarankan oleh salah satu dokter tidak berkomunikasi dengan Soeharto. Mereka disarankan hanya menjenguk dan berdoa. ''Dokter menyarankan, kalau boleh jangan terlalu banyak yang menjenguk, beliau nanti kan emosi kepingin ngobrol, akhirnya disarankan hanya melihat dan jangan melakukan interaksi. Semua disarankan oleh dokter sebelum masuk agar jangan berkomunikasi, hanya melihat, berdoa, salaman juga kalau bisa tidak usah,'' ujarnya. Menurutnya, saat ditemui bersama rombongan anggota DPR, Soeharto sadar, dan kelihatan senang atas kunjungan tersebut. Sementara anak Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal dengan Titiek Soeharto mengakui, kondisi kesehatan ayahnya terus mengalami kemajuan, walaupun masih tergantung alat-alat yang dipasangkan. Untuk transfusi darah, akan diambilkan dari darah anak-anak Soeharto. Namun dia tidak menjelaskan, siapa yang dimaksud. ''Alhamdulillah cairan yang ada di tubuh beliau, sedikit-sedikit bisa dikeluarkan. Bapak komunikasi paling ngangguk, kami sekeluarga, adik, kakak, secara bergantian menemani bapak sambil berzikir. Berbicara cuma lirih, perlahan sekali,'' ujar dia. Menanggapi wacana pengampunan pada ayahnya, kata dia, pihak keluarga menyerahkan hal tersebut kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden SBY. Menurutnya, SBY akan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana mengenai perkara hukum ayahnya. ''Presiden pasti menimbang apa yang telah beliau (Soeharto-red) lakukan kepada bangsa ini. Beliau tidak pernah minta diangkat sebagai bapak pembangunan, tapi bangsa ini yang mengangkat bapak sebagai bapak pembangunan karena jasa-jasa beliau untuk membangun bangsa ini. Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia yang pernah merasakan, hasil pembangunan yang beliau lakukan, atas doa-doa yang dipanjatkan untuk Pak Harto, dan kami senantiasa mengharap agar Pak Harto secepatnya bisa sembuh. Semoga Allah memberikan yang terbaik kepada Pak Harto,'' ujar Titiek. (J21-62) |