SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Senin, 07 Januari 2008

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) diperkirakan tidak akan mengubah BI rate pada rapat dewan gubernur Selasa, 8 Januari mendatang. Masih tingginya inflasi dan harga minyak mentah yang terus membumbung jadi alasan BI tidak akan menurunkan suku bunganya.

SEMARANG-Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari Cabang Semarang selama 2007 berhasil menghimpun dana (simpanan) dari anggota/calon anggotanya sebesar Rp 27,2 miliar. Jumlah ini tumbuh 30,18% dari 2006 yang berjumlah Rp 20,9 miliar.

SEMARANG-Setelah sukses merambah jaringan di Jabar, Jatim, dan Medan, kini produsen motor India TVS mulai melirik Jateng untuk meramaikan pangsa pasar motor bebek di Indonesia.

SEMARANG-Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Jateng Lasiman mengatakan, dari 20.000 anggota APKLI di Jateng, tidak bisa melakukan kegiatanya akibat lokasi usaha mereka tergenang banjir.

SURABAYA-Kebijakan pemerintah mengimpor 110 ribu ton gula disesalkan kalangan praktisi pergulaan nasional. Sebab, saat ini stok gula menumpuk di sejumlah gudang pabrik gula (PG).

KABAR harga kedelai yang terus merangkak sampai kisaran Rp 7.400, Minggu (6/1) begitu mengejutkan Warsino (65), perajin tahu dan tempe di Tandang Kecamatan Tembalang Semarang.

JAKARTA-Rencana pemerintah untuk mengimpor gula pada kuartal pertama 2008 memancing kontroversi. Langkah tersebut dinilai lebih berpihak pada petani asing ketimbang petani di negeri sendiri.

Sejalan dengan maraknya penggunaan telepon seluler, saat ini hampir di semua kabupaten dan kota banyak dibangun sarana penunjang base tranceiver station (BTS), atau tower telekomunikasi. Namun dalam banyak kasus warga kerap dirugikan akibat tidak berpikir jangka panjang.

SEMARANG-Kredit bermasalah atau NPL (Non Performing Loan) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jateng hingga posisi November 2007 mencapai 12,44 persen. Dalam judul berita di Suara Merdeka, Sabtu (5/1) disebutkan ''Kredit bermasalah BPR Jateng 12,44%''.

Aksi para pelaku pasar untuk memperbaiki portofolionya pada awal tahun, atau dikenal dengan efek Januari (January effect), diperkirakan masih akan berlanjut pada pekan kedua Januari ini sehingga pegerakan indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa terdongkrak.

Kurs rupiah terhadap dolar AS pada pekan ini diperkirakan masih tetap di level Rp 9.400 per dolar dengan kisaran antara Rp 9.430/9.440 per dolar AS akibat gejolak kenaikan harga minyak mentah dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA