logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Januari 2008 NASIONAL
Line

Aneka Warta

TNI Terluka, Polres Ditembaki

MALUKU- Insiden yang melibatkan TNI dan Polri lagi-lagi terjadi. Kali ini ketegangan muncul di Maluku Utara. Suasana di kota itu mencekam. Peristiwa tersebut bermula dari terlukanya seorang prajurit TNI AD bernama Daud Aratem. Minggu (6/1) dinihari sekitar pukul 02.00 WIT, dia bersama beberapa temannya mengendarai sepeda motor. Mereka melintas di Desa Kusuma, Tobelo, Maluku Utara.

"Tidak tahu bagaimana tiba-tiba ada keributan, mereka diserang. Daud terluka di kepalanya dan motornya dibakar," Kata Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Mustafa saat dihubungi.

Setelah lari menyelamatkan diri, Daud diantar teman-temannya dibawa ke RS Tobelo. "Tapi sore hari, informasinya dia sudah pulang," jelasnya.Kecurigaan pun muncul kalau yang menyerang Daud yakni anggota Polri. Entah kebetulan atau tidak, sekitar pukul 05.00 WIT, markas Polres Maluku Utara ditembaki.

"Ada tiga letusan, diduga dari senjata panjang. Peluru itu kena tembok lalu memantul kena seng dan kemudian terkena kaca," jelas Mustofa.Pelaku penembakan itu ditengarai oknum anggota TNI, yang tidak puas atas terlukanya rekan mereka. "Kami tidak mau menuduh. Tapi TNI dan Polri melakukan koordinasi agar suasana kondusif," imbuhnya. (dtc-60)

Gempa 5,7 SR Guncang Aceh

BANDA ACEH- Gempa tektonik berkekuatan 5,7 pada skala Richter (SR), Minggu (6/1) dinihari, mengguncang kota Banda Aceh dan sekitarnya. Namun tidak menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.

Kepala Stasiun Geofika Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar, Syahnan menyebutkan gempa yang terjadi pukul 03,01 itu berada pada koordinat 6,11 derajat Lintang Utara (LU) - 93,46 derajat Bujur Timur (BT) sekitar 204 Km sebelah barat laut Sabang, ujung paling barat Indonesia.

Gempa yang berada di kedalaman 10 kilometer itu ikut dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Besar, Kabupaten Pidie dan Bireuen. Sebagian warga terbangun dan keluar rumah karena khawatir akan bahaya akibat fenomena alam itu.

Menurut Syahnan, gempa tersebut merupakan yang terkuat pertama di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) memasuki tahun 2008 ini, sedangkan gempa kecil yang tercatat pada alat pencatat gempa masih sering terjadi.

Setiap harinya antara 8-10 kali gempa, namun tidak dirasakan manusia. Sepanjang 2007 stasiun gempa di Mata Ie, Aceh Besar, mencatat sebanyak 2.811 kali gempa kecil, sedangkan yang dirasakan manusia hanya 48 kali dengan kekuatan antara 4,0 sampai 6,7 SR.

Jumlah gempa yang terjadi sepanjang 2007 telah jauh menurun dibandingkan 2006 yang tercatat mencapai 4.555 kali, termasuk yang dirasakan manusia sebanyak 65 kali dengan kekuatan antara 4,0 sampai 6,5 SR. (ant-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA