| Senin, 07 Januari 2008 | NASIONAL |
Koperasi Bakal Digelontor Rp 200 MMALANG - Sebanyak 2.000 koperasi bakal memperoleh kucuran dana senilai Rp 200 miliar dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Diungkapkan Muhammad Taufik, deputi Menkop Bidang Pengembangan SDM saat di Malang baru-baru ini, kucuran dana itu untuk untuk pengembangan program Perkasa (Perempuan Keluarga Sehat Sejahtera) bagi 1.000 koperasi. Adapun 1.000 koperasi lainnya mendapat bantuan untuk P3KUM (Program Pembiayaan Produksi Koperasi Usaha Mikro). Diharapkan di setiap kecamatan ada dua koperasi jenis itu. Soal target, Sutrisno menyebut hingga 2009 mendatang sudah tercatat 6.000 koperasi P3KUM. Tentang program Perkasa, diharapkan nantinya akan mendorong peran ibu-ibu untuk mengatasi masalah ekonomi dalam keluarganya, termasuk pendidikan anak-anaknya. Menurut dia, sistem tanggung renteng paling tepat untuk program Perkasa karena ada unsur kebersamaan pada kelompok dalam mengatasi masalah dan meningkatkan produktivitas organisasinya. "Selama ini orientasi koperasi pada keuntungan uang, sementara sinergi sosial dan budaya justru ditinggalkan. Akibatnya koperasi seperti kehilangan arah dan dampaknya pada pengelolaan manajemen" tambahnya. Konsep Tanggung Renteng Karenanya, rencana berikutnya 1.000 koperasi itu akan diajari tentang konsep tanggung renteng yang efektif. Maka akan disiapkan Institut Tanggung Renteng dari tim Kementerian Koperasi dan UKM serta Puskowanjati. Institut ini akan menjadi lembaga yang melakukan pengkajian dan diklat. Seribu koperasi program itu sebagian besar baru. Sementara program P3KUM, kata dia, lebih condong bagi koperasi yang memiliki program pembiayaan produktif untuk usaha mikro. Kalau rencananya lancar dan ada di tiap kecamatan, maka usaha mikro diyakini akan berkembang. Sebenarnya P3KUM mirip lembaga keuangan mikro dimana pada tingkat ini perbankan biasanya tidak mau menggarap karena ongkos produksinya tinggi. Akibatnya, suku bunga kredit yang diberikan juga tinggi. Ia mencontohkan, untuk kredit kecil Rp 10 juta, ongkos yang dikeluarkan perbankan mencapai 15 persen. "Karena itu, koperasi P3KUM tidak menggarap sektor pembiayaan mikro karena kredit yang diberikan di bawah Rp 5 juta," katanya.(Jo-62) |