| Senin, 07 Januari 2008 | NASIONAL |
Cekcok, Bapak dan Anak DibakarSEMARANG-Jumali (37) dan Rafel (7 bulan) terpaksa dirawat intensif di RS Tugu lantaran mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Bapak dan anak itu dibakar oleh seseorang pria tak dikenal di rumahnya, RT 1 RW 3, Wonosari, Ngaliyan, Minggu (6/1) sekitar pukul 19.00. Hingga semalam, petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyelidiki motif serta identitas pelaku. Kapolsekta Ngaliyan, AKP Budi Prayitno mengatakan, peristiwa itu bermula ketika pelaku mendatangi korban yang tengah bercengkerama dengan anaknya di rumah. "Hasil penyidikan sementara menyebutkan kalau pelaku datang ke rumah Jumali untuk membeli mesin cuci. Namun di tengah-tengah pembicaraan, keduanya terlibat cekcok," kata Kapolsek. Selanjutnya, pelaku keluar dari rumah dan mengambil sesuatu berbentuk mirip senjata lalu ditembakkan kepada korban. Jumali yang ketika itu tengah menggendong Rafel jatuh terjerembab di kursi di ruang tamu. Kemudian pelaku mengeluarkan botol air mineral yang diduga berisi bensin dan disiramkan lantas membakar keduanya. Selanjutnya, pelaku kabur meninggalkan korban dalam posisi terbakar di kursi ruang tamu. Peristiwa tersebut juga disaksikan oleh kedua anak korban lainnya, Nila (10) dan Eva (10). Kedua gadis kembar itu lalu meminta tolong kepada tetangga. Selanjutnya, warga membawa korban ke RS Tugu untuk mendapatkan perawatan intensif. Perlu diketahui, Jumali pernah bekerja sebagai sales atau penjual salah satu produk mesin cuci. Ketika peristiwa itu berlangsung, istri korban, Mulyanah (35), sedang tidak berada di rumah. Di rumah tersebut hanya terdapat Jumali, Rafel, Nila dan Eva. Hasil penyidikan dari kepolisian menyebutkan kalau antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. Ditanya soal senjata yang ditembakkan pelaku, Kapolsek menerangkan, hingga kini masih menyelidiki. "Informasi kalau pelaku membawa senjata itu didapatkan dari anak korban yang berusia 10 tahun. Jadi, kami belum bisa memastikan itu senjata seperti apa. Dia menambahkan, ciri-ciri pelakunya adalah seorang pria berperawakan kurus, berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia, memakai topi serta kacamata dengan frame warna pink. Petugas mengamankan kedua baju korban serta kursi untuk mencari tahu jenis cairan yang disiramkan oleh pelaku. (H40-60) |