logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Januari 2008 NASIONAL
Line

PPP Bertekad Rebut Kembali Jakarta

JAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertekad merebut kembali suaranya yang hilang dalam sejumlah pemilu di Jakarta melalui upaya "Rebut Jakarta" bersama kalangan ulama dan habaib setempat.

"PPP harus merebut kembali Jakarta dan pengurus DPW bersama kalangan ulama dan habaib setempat telah berkomitmen menyukseskan rencana itu," kata Ketua Umum DPP Suryadharma Ali, di sela-sela peringatan hari kelahiran partai itu ke-35 di Jakarta, kemarin.

Suryadharma yang juga Menkop dan UKM itu menuturkan pihaknya mematok target yang harus dicapai DKI adalah lima kursi untuk DPR dan 15 kursi di DPRD DKI. "Saya minta kepada DPW PPP DKI agar melakukan konsolidasi yang sungguh-sungguh menjelang Pemilu 2009," katanya.

Ketua DPW PPP DKI, Chudori Syafii Hazami, menyatakan optimismenya bahwa target berat yang dicanangkan itu mampu dicapai. Dikemukakan, gerakan "Rebut Kembali Jakarta" itu sebetulnya sudah dilaksanakan sebagian dan di antaranya dengan membentuk kader penggerak partai yang telah teruji saat penyelenggaraan Pilkada DKI lalu.

"Di setiap kelurahan ada sebanyak 25-50 kader penggerak partai ini," ujarnya. Selain itu, ujarnya, program lain yang juga tengah dilaksanakan PPP DKI adalah up grade moral kader yang dilakukan dengan mendekati masjid serta mushola atau kalangan ulama.

Evaluasi

Dalam acara yang digelar di kediaman Suryadharma di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta Selatan, itu sekitar 300-an ulama, kyai dan habaib yang berbaur bersama pengurus DPW dan DPC se-DKI juga mengevaluasi atas kiprah partai berlambang Kabah itu.

"Kami menyoroti berbagai kekurangan partai yang dirasakan sepanjang 35 tahun ini. Dijumpai partai ini belum memberi kontribusi yang signifikan," kata Suryadharma.

Militansi Merosot

Di antara sejumlah kelemahan, menurut dia, yang paling dominan adalah militansi kader yang terus merosot. Ia mengatakan, daya juang kader PPP yang pada masa Orde Baru luar biasa gigih, militan, tulus dan siap mengorbankan apa saja demi partai, telah berubah di era reformasi menjadi mentalitas yang berorientasi pada materi.

"Inilah yang membuat PPP lemah. Organisasi hanya bisa berjalan kalau ada uang dan jika tidak ada uang tidak jalan. Padahal pada masa lalu, ada atau tidak ada uang, program partai semua tetap jalan," ujarnya.

Untuk itu, ia menambahkan, partai perlu mengubah mentalitas kader agar bisa seperti di masa lalu, di antaranya dengan menggelorakan terus semangat pada kader dan meminta para ulama turut berperan mengubah mentalitas kader PPP.

Di sisi lain, lanjutnya, persyaratan untuk anggota legislatif, baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota akan diperketat. "Mereka harus berkontribusi nyata untuk partai dan masyarakat terlebih dahulu sebelum dicalonkan. Soal bentuk kontribusinya seperti apa nanti akan dirumuskan," katanya.

Selain itu terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan, sanksi terberat berupa diberhentikan dari keanggotaan legislatif juga akan diberlakukan. (ant-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA