logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Januari 2008 NASIONAL
Line

MS Kaban Bantah Data Walhi

  • Soal Hutan Jadi Penyebab Banjir

JAKARTA- Menteri Kehutanan MS Kaban membantah data soal kehutanan Indonesia yang dikeluarkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). LSM itu mengungkap lahan hutan yang masih belum ditanami kembali dan disebut-sebut sebagai penyebab banjir yang menenggelamkan beberapa daerah di Jawa dalam dua pekan terakhir.

Kaban secara terang-terangan menuduh Walhi tidak memiliki data akurat, kecuali konsep menjelek-jelekkan. "Tidak punya data, yang dimiliki adalah upaya menyalahkan,"ujar MS Kaban sebelum melepas peserta jalan sehat dan gerakan menanam pohon yang digelar Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (6/1).

Hadir Ketua Umum PP GP Ansor Saifullah Yusuf, Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indarparawansa, dan sejumlah pejabat di Jatim. Usai jalan sehat yang bertema "Mlaku Bareng 2008," ribuan peserta menerima bibit pohon. Juga penyaluran bantuan korban bencana banjir di Tuban, Lamongan dan Bojonegoro yang diserahkan di Posko Pondok Pesantren Langitan.

600 Ribu Hektare

Reaksi spontan MS Kaban itu disampaikan menanggapi pernyataan Khofifah yang menyoroti ihwal banjir besar yang melanda beberapa daerah dalam dua pekan terakhir.

Anggota DPR RI itu mengutip data dari Walhi, di Jawa terdapat 600 ribu hektare lahan hutan gundul yang belum ditanami kembali melalui program reboisasi.

Selain hutan gundul karena belum ditanami lagi, anggota Fraksi PKB itu juga menyoroti penebangan hutan secara liar yang menambah parah, sehingga menimbulkan berbagai bencana longsor dan banjir. "Banjir kan karena tidak ada resapan air akibat hutan gundul," ujar Khofifah yang diberi kesempatan terlebih dulu oleh Saifullah Yusuf, pemandu acara yang diikuti sekitar lima ribu peserta di alun-alun Kota Lamongan.

Kaban yang diberi kesempatan terakhir langung membantah pernyataan Khofifah yang mengambil data tersebut. "Saya luruskan, Walhi itu tidak memiliki data, kecuali konsep menyalahkan," tegasnya.

Menurut dia, lahan hutan di Jawa yang belum ditanami kembali seluas 200 ribu hektare, dan pada tahun ini diharapkan sudah tuntas. "Masalah hutan dan banjir adalah masalah bersama yang harus ditangani dengan saling menolong, bukan saling menyalahkan," tegasnya.

Sependapat dengan Kaban, Saifullah menyatakan dalam situasi seperti sekarang ini semua pihak harus saling menolong, tidak saling menyalahkan.

Kaban dan Saifullah juga meninjau banjir yang menggenangi Pondok Pesantren Langitan Tuban. Akibat banjir itu, pengasuh KH Abdullah Faqih diungsikan di daerah aman.(di-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA