| Minggu, 06 Januari 2008 | NASIONAL |
Kapal Pecah, Seorang Nelayan Tewas
BATANG - Ombak besar di laut Jawa bagian Utara menelan korban. Seorang nelayan tewas, satu lainnya luka-luka setelah kapal yang ditumpanginya pecah dan hancur diterjang ombak. Korban tewas adalah Suratno (30), warga Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, sedangkan Tuban (30), warga Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan lolos dari maut dan saat ini dirawat di Puskesmas Subah. Dari data yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi Jumat (4/1) sekitar pukul 05.00. Saat itu kapal berada di perairan sebelah barat Laut Roban, Batang, menuju ke muara. Tiba-tiba datang ombak besar setinggi sekitar tiga meter dan menelan kapal sopek itu. Kapal terbalik dan melemparkan kedua nelayan yang ada di dalamnya.''Saat itu kami berhasil berpegang pada kapal yang terbalik itu,'' ujar Tuban (30) , korban selamat yang ditemui Suara Merdeka di Puskesmas Subah, Batang, Sabtu (5/1). Namun saat datang ombak kedua, kapal itupun hancur diterjang ombak dan kedua nelayan kembali terlempar. Sejak itu saya sudah tidak melihat Suratno lagi," tambahnya. Dalam kondisi terombang-ambing gelombang, Tuban berhasil meraih sebuah papan pecahan kapal. Papan itulah yang membuat nelayan itu terdampar di Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, sekitar 6 km dari lokasi kejadian. Tuban kemudian ditemukan warga Jumat pagi (4/1) dalam keadaan tak sadarkan diri kemudian dibawa ke Puskesmas Subah sekitar pukul 10.00. Sedangkan Suratno baru berhasil ditemukan warga Sabtu kemarin (5/1) pukul 05.30 dan sudah dalam keadaan tak bernyawa di Pantai Celong Mangunsari, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, beberapa kilometer dari ditemukannya korban pertama. Hingga semalam korban masih dirawat di Puskemas Subah, sedangkan jenazah Suratno Sabtu siang langsung dibawa ke rumah duka Sumub Lor, Sragi, Kabupaten Pekalongan di antar langsung oleh Plh Kepala Dinas Kelautan Batang Bambang Susetyo dan Camat Banyuputih Ulul Azmi. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Sumub Kidul sekitar pukul 13.30. (J17,G16, ar-59) |