| Minggu, 06 Januari 2008 | NASIONAL |
Ginjal Soeharto Kembali Berfungsi
JAKARTA - Hingga semalam, kondisi mantan Presiden Soeharto dilaporkan terus membaik. Dokter berhasil mengeluarkan 250 cc cairan dari tubuhnya. Penguasa Orde Baru itu pun sudah dapat tersenyum. "Kondisinya setengah sadar, sudah bisa senyum," kata Kepala Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jalan Kiai Maja, Jakarta Selatan, semalam. Dia mengatakan, cairan yang berada di dada sudah berhasil disedot. "Tinggal yang di perut. Kami keluarkan sekitar 20 cc per jam," ujarnya. Saat ini, kata dia, alat penyedot cairan yang bernama CCCP masih terpasang di tubuh Pak Harto. Alat itu baru akan dilepas setelah seluruh cairan berhasil dikeluarkan. Apakah masa kritis Pak Harto sudah lewat? "Baru 60 persen lah," ujar Mardjo. Mardjo menambahkan, Soeharto sudah tidak perlu melakukan cuci darah kembali. Sebab ginjalnya saat ini telah berfungsi."Ya nggak perlu dong (cuci darah). Sekarang sudah keluar urinenya. Jadi sudah baik dong," kata dia. Dia menambahkan, jika bengkaknya sudah hilang, tim dokter akan kembali memasang cardiac pacemaker atau alat pacu jantung. Bengkak-bengkak di tangan dan muka penguasa Indonesia selama 32 tahun itu dikabarkan juga mulai berkurang. "Darahnya 110/60 lebih baik dari sebelumnya yaitu 80/50," kata mantan Wakil Presiden Hamzah Haz usai menjenguk Soeharto, kemarin. Saat ini, kata dia, Pak Harto yang tertidur didampingi oleh adiknya, Probosutedjo dan putrinya, Tutut. "Saya dengar beliau juga sudah bisa makan melalui mulut," ujar mantan Ketua Umum DPP PPP itu. Menperin Fahmi Idris menyatakan, ada alat penyedot cairan di tubuh Pak Harto. "Saya ngeliatnya siuman, terus saya tanya apakah koma, tapi ajudan beliau bilang sadar," tutur Fahmi kepada wartawan usai menjenguk Pak Harto. "Alat itu ada di situ. Berkat alat itu, Pak Harto agak membaik. Kan kata dokter, paru-parunya sudah kena. Akibat alat itu, kondisinya membaik," ujarnya. Kondisi membaik pada Soeharto juga disampaikan Panglima TNI Djoko Santoso. "Saya diberi kesempatan masuk ke dalam. Saya lihat beliau tertidur tenang. Kondisinya lebih baik dari tadi pagi (Sabtu-Red)," kata dia. Anggota Tim Dokter Kepresidenan Satya Negara mengatakan, kondisi Soeharto hingga semalam lebih menggembirakan daripada Sabtu siang. Namun harus tetap diawasi betul-betul. Menurutnya, yang paling penting adalah menaikkan tensi darah dan mengeluarkan cairan dalam tubuh. Hingga saat ini Soeharto masih memakai pompa untuk melancarkan aliran darah. Hingga kini, kata dia, dokter yang menangani bergantaian. Sebab masa kritisnya belum berlalu. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa jam sebelumnya. Sebab pada Sabtu siang, kesehatan Pak Harto dilaporkan terus memburuk, bahkan kritis. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sabtu (5/1) bergantian menjenguk ke RSPP dan menggelar jumpa pers bersama sejumlah menteri di Istana Negara. SBY lebih dulu membesuk Pak Harto di RSPP bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono pukul 11.25 WIB. Dia datang mengenakan baju batik berwarna hijau muda. Begitu turun dari mobil kepresidenan berpelat nomor B-1905-BS mereka disambut Ketua Tim Dokter Kepresidenan dokter Mardjo Soebiandono, pejabat Direktur RSPP dokter Djoko Sanyoto, Ketua Tim Dokter RSPP dokter Djoko Rahardjo, dan Kepala Humas RSPP Titi Wahyuni. Presiden langsung diantar naik ke ruang president suite VVIP kamar 536 di lantai 6 RSPP, tempat Pak Harto dirawat. Kedatangan Kepala Negara kontan menjadi perhatian orang-orang yang berada di sekitar rumah sakit. Kendati begitu pengamanan tidak tampak begitu ketat. Bahkan SBY sempat melempar senyum kepada para pengunjung RSPP yang melihat kedatangannya. Presiden dan Ibu Ani hanya sekitar 15 menit menjenguk Soeharto. Pukul 11.40 keduanya meninggalkan RSPP. Saat keluar, wartawan sempat bertanya bagaimana kondisi mantan orang nomor satu zaman Orde Baru itu. Tapi tampaknya Yudhoyono tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan. ''Kondisinya masih kritis.'' jawab Yudhoyono singkat sambil berjalan menuju mobilnya, Sabtu siang. Gelar Jumpa Pers Sesampai di Istana, Presiden bersama Wapres menggelar jumpa pers singkat di Kantor Presiden. Ikut hadir sejumlah menteri, di antaranya Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Radjasa, dan Menseskab Sudi Silalahi. Menurut Presiden, Pemerintah berketetapan agar Soeharto sebagaimana para mantan pemimpin negara lainnya selalu mendapatkan bantuan kesehatan yang terbaik. ''Oleh karena itu sudah beberapa hari ini tim dokter gabungan dari tim dokter kepresidenan maupun tim dokter lain yang biasa merawat mantan-mantan Presiden dan mantan-mantan Wakil Persiden melakukan treatment, perawatan, dan pengobatan terbaik,'' katanya. Dia berharap upaya medis bisa dilakukan untuk mengatasi kesehatan Pak Harto. Dia juga mengajak seluruh rakyat untuk mendoakan mantan presiden itu. Kalla mengatakan, saat dijenguk Soeharto sedang tidur. Keluarga besarnya, menurut dia, juga berkumpul di kamar tempat Soeharto dirawat. ''Tadi beliau lagi tidur. Kita mendoakan beliau saja, agar diberikan kesehatan. Para ulama tadi mendoakan agar cepat pulih,'' katanya. (A20,F4,J21,dtc-48) |