SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 05 Januari 2008

Harga minyak dunia akhirnya benar-benar menembus angka 100 dolar AS per barel yang selama ini dianggap sebagai batasan psikologis pada perdagangan di New York pekan ini. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab antara lain kekerasan di Nigeria, instabilitas politik di Pakistan, ekspektasi cadangan minyak dan yang sudah rutin adalah datangnya musim dingin. Lonjakan harga minyak itu membawa dampak global yang cukup dirasakan termasuk di pasar uang maupun pasar modal.

Karyawisata, haruskah dipaksakan di tengah kondisi alam yang sedang tidak ramah? Pertanyaan serupa itu pastilah hinggap di benak para orang tua siswa SMP atau SMA yang pada bulan ini mengagendakan piknik ke luar kota. Dengan tujuan favorit Bali, atau Jakarta - Bandung bagi sekolah-sekolah di Jawa Tengah, kegiatan mengisi liburan - umumnya bagi murid kelas II - itu memang telah ditunggu-tunggu dengan persiapan matang. Namun realitas alam pada musim penghujan ini,

MASIH lekang dalam ingatan kita bencana gempa bumi yang terjadi pada 27 Mei 2006 dan mungkin belum selesai kita melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi sosial dan ekonomi di lokasi bencana, Jawa Tengah kembali dirundung bencana alam yang menelan korban tidak sedikit di berbagai kota. Saya berharap bencana atau musibah yang telah terjadi,

PPP saat ini dan ke depan perlu memikirkan (untuk kemudian melangkah) adanya struktur partai yang kuat dan efektif dalam mengelola berbagai macam sumber daya politik yang dimiliki. MEMBUMIKAN cita-cita politik dengan sikap sigap. Itulah tantangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam usianya yang ke-35.

Fenomena global warming mengingatkan saya tahun lalu ketika masih bekerja di PMA Semarang. Berada di industri manufactur otomotif yang berorientasi ekspor membuat perusahaan peduli pada fenomena global warming sesuai peraturan ELV (End Life of Vehicle) yaitu pembatasan penggunaan bahan berbahaya (SoC, subtance of concern: Cd, Pb, Hg, Cr6+).

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA