logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Januari 2008 NASIONAL
Line

Beras Bantuan Berkualitas Buruk

  • Butiran Lebih dari 25%

KUNJUNGI PENGUNGSI: Gubernur Jateng Ali Mufiz didampingi Bupati Kudus Tamzil mengunjungi dan menanyakan keadaan para pengungsi korban banjir di GOR Wergu Wetan, kemarin. (57)

SEMARANG- Beras bantuan dari Bulog untuk beberapa lokasi bencana ditemukan berkualitas buruk. Butiran berasnya banyak yang patah (broken) mendekati menir yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi.

Temuan itu disampaikan oleh LSM Protanikita yang memantau pembagian beras di sejumlah lokasi bencana seperti Karanganyar, Surakarta, Kudus, Grobogan, Wonogiri, dan Sragen.

Menurut Ketua Protanikita, Bonang, disebut buruk karena tidak memenuhi ketentuan beras yang diatur dalam Inpres No 3/2007 tentang Kebijakan Perberasan. Dalam ketentuan itu pada Pasal 6 (3) butir patah maksimum 20 %.

"Saat kami cek setiap 100 gramnya dari beras bantuan itu ternyata butir yang patah lebih dari ketentuan itu atau lebih dari 25 %. Dengan begitu saya nilai sudah tidak layak untuk diberikan," kata dia, Jumat (4/1).

Pemerintah pusat melalui Bulog telah menyalurkan beras ke daerah banjir di Jateng dan Jatim mencapai 1.780 ton. Untuk Jateng sebanyak 830 ton dan Jatim 950 ton.

Untuk bencana di daerah eks karesidenan Pati, beras diambil dari enam gudang Bulog (GB). Yakni di GB 201 Margorejo (Pati), GB 202 Jepon (Blora), GB 203 Kaliwungu (Kudus), GB 204 Kaliampo (Pati), GB 205 Bumirejo (Pati), dan GB 206 Rembang.

Bonang meminta dilakukannya class action kepada pemerintah terkait buruknya kualitas beras. Dengan begitu pemerintah dalam hal ini bulog bisa memperbaiki kualitas beras bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

"Posisi masyarakat yang menerima beras bantuan sangat lemah. Dengan kualitas yang buruk itu, mereka tetap menerimanya. Namun kalau ada gugatan massal, tentunya pemerintah bisa memperbaiki kualitas berasnya," tandasnya.

Kepala Humas Bulog Divre IV Jateng Siti Retno Farida menyatakan pihaknya sampai kemarin tidak mendapatkan protes dari daerah terkait beras bantuan. Seperti dari Kabupaten Pati, Blora dan Kudus tidak mempersoalkan kualitas beras yang diterima dari Bulog.

"Tidak ada komplain dari masing-masing daerah. Justru mereka sangat berterima kasih bantuan beras datang dengan cepat," tandasnya.

Sampai kemarin Bulog telah menyalurkan beras bantuan ke sejumlah daerah lebih kurang 900 ton.

Sesuai instruksi gubernur dengan tanggap darurat, Bulog langsung menyalurkan beras cadangan untuk bencana yang tersimpan di gudang. (H37,H7-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA