| Sabtu, 05 Januari 2008 | NASIONAL |
Ada Timbunan Cairan, Soeharto Masuk RS
JAKARTA- Mantan orang nomor satu di Indonesia, Soeharto, menjalani perawatan kesehatan di RS Pusat Pertamina (RSPP). Meski mengalami penimbunan cairan di seluruh tubuhnya, dia masih sadar. "Sekarang kondisi stabil dan 100 persen sadar," kata Pjs Direktur RSPP Djoko Sanjoto dalam jumpa pers di RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta Selatan, Jumat (4/1). Pak Harto mulai menjalani perawatan di RSPP kemarin pukul 14.15. Dia dibawa ke RS setelah merasa lemas akibat kadar hemoglobinnya rendah. Djoko menambahkan, Soeharto juga mengalami penimbunan cairan di seluruh tubuhnya. Upaya penanganan di kediaman Soeharto dianggap tidak mencukupi. Akhirnya, jenderal bintang lima itu dibawa ke RSPP Tim dokter telah mengambil tindakan untuk meningkatkan kondisi kesehatan Soeharto. Salah satunya dengan memberi cairan infus dan memasang alat pengontrol cairan tubuh (CVP). "Dokter memasang infus dan melakukan CVP," kata anggota tim dokter kepresidenan Djoko Rahardjo. Djoko Rahardjo belum bisa memberikan keterangan apakah sakit yang diderita Soeharto membahayakan jiwanya. "Kami belum bisa menyimpulkan hal tersebut karena pasien baru masuk," katanya. Kontrol dan pemeriksaan akan terus dilakukan tim dokter. Sabtu ini, Soeharto akan kembali menjalani sejumlah pemeriksaan. "Pemeriksaan yang akan dilakukan besok meliputi pemeriksaan jantung dan lain-lain," katanya. Untuk pemeriksaan kemarin, menurut ketua tim dokter Soeharto, Dr Mardjo Soebandono, yakni pemeriksaan USG, CT-scan, dan foto paru-paru. "Kita masih cek dulu semua itu. Ini pemeriksaan biasa," ujarnya. Soeharto dirawat di lantai 5B Belida, president suite I-II nomor 536 yang tarifnya Rp 2,5 juta per malam. "Tarifnya Rp 2,5 juta. Itu baru ruangannya saja. Belum termasuk obat dan dokter," ujar Kahumas RSPP Titi Wahyuni. Sebelum sakit yang sekarang, Soeharto juga pernah menjalani perawatan di ruang president suite, lantai 6. Dia menggambarkan, kamar rawat inap megah tersebut dilengkapi dengan dapur kecil, sofa untuk pengunjung, dan ekstra bed untuk pengunjung yang menginap. (F4,dtc-46) | ||||