logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Januari 2008 NASIONAL
Line

Pengungsi Mulai Pulang


TERPAKSA JALAN: Sejumlah penumpang terpaksa jalan kaki menerobos genangan banjir di depan terminal Kudus, Jumat (4/1). Kendaraan umum atau angkutan kota tidak berani melintas karena takut mogok. (57)

KUDUS- Akibat banjir, sejumlah aktivitas masyarakat sampai kemarin belum pulih. Di sekitar terminal Induk Jati, kemacetan lalu lintas cukup panjang kembali terjadi. Selain karena banyaknya bus yang parkir di luar, genangan di jalan sudah setinggi lutut orang dewasa. Sedangkan di area parkir bus, ketinggian air sudah mencapai satu meter.

Gangguan mobilitas masyarakat juga masih terlihat di sepanjang ruas Kudus-Purwodadi yang melewati Kecamatan Undaan.

Puluhan sepeda motor kembali terjebak genangan setinggi setengah meter lebih di sekitar Tanjungkarang.

Sementara itu, warga di sebelah selatan kawasan tersebut hingga kemarin masih membersihkan rumah dari genangan lumpur.

Karena kondisi air di Kecamatan Undaan mulai surut, sejumlah pengungsi kembali ke rumah. "Jumlah pengungsi yang kembali ke Undaan cukup banyak. Dari sekitar 17 ribu pengungsi yang tersebar di beberapa titik, sekitar 30-40% meninggalkan tempat penampungan sore ini," kata Kepala Kesbanglinmas, Ali Rifai.

Genangan di Kudus bagian selatan membuat pemilik perusahaan cemas. Direktur Umum Pura Group, Raswidiyanto mengaku lokasi usahanya memang belum tergenang.

Hanya saja, sejak banjir pertama kali, sejumlah petugas sudah disiagakan di perusahaan yang mempunyai beberapa pabrik di kawasan Jati Kulon, Kecamatan Jati itu.

"Banyak pekerja yang berasal dari lokasi yang saat ini masih terendam. Mereka kesulitan masuk kerja karena masih ada banjir di sejumlah titik," ungkapnya.

Sementara itu, jumlah buruh rokok PT Djarum yang terpaksa tidak bisa bekerja, tidak hanya 3.000 orang. Sebagaimana diberitakan kemarin, 3.000 buruh PT Djarum bagian SKT brak (gedung produksi) Tanjungkarang, Kecamtan Jati, Kudus. Namun, menurut Manajer Corporate Affairs PT Djarum Handojo Setyo, juga ada buruh yang tak bisa bekerja karena rumahnya terendam air. "Padahal, braknya tidak kebanjiran, masih berproduksi seperti biasa," katanya.

Tidak tertutup kemungkinan, masih ada ribuan buruh rokok dari perusahaan yang juga mengalami nasib serupa dengan buruh PT Djarum. Kerugian material akibat kerusakan infrastruktur akibat terjangan banjir menurut catatan Kantor Kesbanglinmas mencapai Rp 250 miliar. Kerusakan itu meliputi bidang pertanian, pendidikan, pekerjaan umum, bidang kesehatan, dan bidang sosial.

Gubernur Jateng Ali Mufiz jenguk korban banjir di pengungsian Jumat (4/12). Bersama Bupati Kudus HM Tamzil, dia melihat kondisi para pengungsi di GOR Wergu Wetan. Dia berharap para pengungsi bersabar menghadapi bencana banjir yang masih belum usai.

Selain itu, Mufiz juga menyumbang bantuan bagi mereka. Bantuan yang disalurkan ke posko pemkab tersebut yakni beras 20 ton dan dana Rp 20 juta. Selain itu, dia juga menyumbang berbagai jenis obat-obatan.

Dukungan terhadap upaya penanganan musibah tersebut juga dikemukakan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Agus Soeyitno. Ditemui di sela mengunjungi markas Koramil Undaan, Kecamatan Undaan, Kudus yang rusak diterjang banjir kemarin, dia menyatakan siap menyiagakan personel di lokasi bencana."Kami siapkan personel di kawasan yang dilanda bencana," ungkapnya. (H8,H35,H50, J18-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA