logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 04 Januari 2008 NASIONAL
Line

Tanah Retak, 69 Rumah Rusak

PEKALONGAN- Bencana longsor dan tanah gerak terjadi di Kabupaten Pekalongan. Sedikitnya 69 rumah di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kandangserang rusak, dan 211 jiwa mengungsi.

Longsor juga merusak jalan poros desa, jalan dari PPM PPK yang baru sepekan diresmikan, serta menghanyutkan sebuah jembatan beton penghubung. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Longsor terjadi Selasa malam (1/1). Mulanya terjadi gerakan tanah yang mengakibatkan retak dan kerusakan beberapa rumah di Dusun Trajumas, Desa Sukoharjo.

Tanah terus bergerak hingga meretakkan jalan desa dan beberapa rumah lainnya di Dusun Purwodadi dan Benteng. Beberapa rumah ambles hingga 1 meter lebih dan longsor menutupi jalan. Data sementara yang tercatat rumah warga yang rusak tersebar di Dusun Trajumas (47 rumah), di Purwodadi (9 rumah) dan di Benteng (13 rumah). "Saat itu listrik padam hingga warga tidak bisa berkomunikasi dengan pihak luar," ujar Kepala Desa Sukoharjo Kumpul.

Bencana longsor susulan kembali terjadi Rabu malam (2/1) sekitar pukul 23.00. Puluhan rumah lainnya ambles dinding, lantai dan sebagian besar rumah retak. Tanah di sekitar rumah ambles hingga 1 meter lebih.

Warga panik, berhamburan keluar rumah dan mengungsi ke rumah warga yang rumahnya tidak bergerak. Musibah itu baru bisa dilaporkan warga kemarin. Tim dari Pemda dipimpin Plt Setda H Abdoel Chamied, Kabag Sosial M Zaki dan Kabid Bina Marga Marbun meluncur ke lokasi sambil membawa bantuan beras dan mi instan diikuti tim dari PMI Kabupaten Pekalongan.

Namun rombongan terhenti di jalur Garungwiyoro-Sukoharjo yang tertutupi longsoran tanah. Hingga pukul 19.00, puluhan warga Sukoharjo yang diterjunkan membuka longsoran baru berhasil menyingkirkan longsoran dari jalan.

Sunarso (71), salah seorang korban mengaku tak berani menempati rumahnya yang sudah ambles sejak Selasa malam. Seluruh anggota keluarganya kini mengungsi dan rumah dikosongkan. "Semua rumah yang sudah rusak kini dikosongkan, dan warganya mengungsi," jelasnya.

Waswas

Hingga pukul 21.00, warga mengaku masih waswas terjadinya longsor susulan. Apalagi tepat di atas desa itu terdapat Bukit Sulaiman setinggi 700 m. Sebagian besar warga berkumpul di mushala, sebagian lagi mengungsi di rumah yang tidak rusak. Untuk kebutuhan makan, warga membuka dapur umum dan posko kesehatan. "Hampir semua warga malam ini (semalam) kami rasa tak ada yang bisa tidur karena hujan bisa datang sewaktu-waktu," ujar Martono (50), korban lainnya.

Plt Sekda H Abdoel Chamied menjelaskan, Pemkab masih terus menginventarisasi kerusakan dan kebutuhan untuk penanganan longsor. "Sementara ini kami berkonsentrasi mengamankan kebutuhan makan dan kesehatan warga, ke depan kami akan memikirkan kemungkinan relokasi karena tempat tiggal warga sudah sangat berbahaya untuk ditempati dan terus bergerak," paparnya. (G16-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA