| Jumat, 04 Januari 2008 | NASIONAL |
Talut Ambrol Timpa 3 RumahSEMARANG- Talut setinggi 10 meter dan panjang 20 meter di Jl Tampomas Selatan, Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, sekitar pukul 17.45 ambrol. Akibat kejadian itu tiga rumah warga di bagian belakangnya tertimpa material talut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya seorang remaja putri, Indah yang tengah mandi, mengalami luka lecet di tangan dan kakinya. Menurut Kepala Kelurahan Petompon Ruswan, sebelum kejadian memang terjadi hujan deras disertai tiupan angin cukup kencang sejak pukul 15.30. Sekitar 15 menit setelah hujan reda dan hanya hujan rintik-rintik, tiba-tiba warga dikejutkan suara gemuruh cukup keras. Kemudian disusul suara jeritan sejumlah warga meminta tolong. Warga yang hendak menjalankan shalat maghrib lari berhamburan keluar rumah dan menuju sumber suara. Tiga Rumah Sejumlah warga menyaksikan tiga rumah, sebuah rumah milik Warsono yang dihuni bersama istrinya dan dua rumah milik Kadiman yang dihuni tiga kepala keluarga (KK) sebanyak 10 jiwa, tertimpa material talut yang ambrol. "Material talud yang ambrol bersama longsoran tanah dan batu hanya menimpa bagian belakang rumah warga saya," terang Ruswan, semalam. Akibat kejadian itu, ruang dapur di di bagian belakang rumah Warsono rusak berat. Demikian juga kamar mandi yang terletak di bagian belakang rumah Kadiman rusak tertimpa longsoran. Meski masih ada ancaman tanah longsor di RT 2 RW 2 Kelurahan Petompon, tidak ada warga yang mengungsi. Bahkan empat KK dengan 12 jiwa yang menghuni tiga rumah tetap diizinkan tinggal di rumah itu. "Saya hanya menyarankan agar jangan tidur di bagian belakang. Ya karena rumah yang tertimpa ukurannya cukup panjang, jadi mereka saya sarankan masih bisa tidur di rumah masing-masing. Namun harus agak jauh sedikit dengan talut atau bagian belakang rumah," terang Rusman, semalam. Hingga semalam, pihaknya belum bisa memerinci jumlah kerugian. Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke kantor Kecamatan Gajahmungkur. (D12,H32,H21-77) |