logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 04 Januari 2008 NASIONAL
Line

PNS Purworejo Mulai Diperiksa Kejati

  • Dugaan Korupsi APBD 2006

SEMARANG - Sejumlah PNS Pemkab Purworejo, Kamis (3/1), mulai diperiksa penyidik Bagian Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Semarang. Pemeriksaan itu terkait pengusutan dugaan korupsi dana fasilitasi APBD 2006 senilai Rp 2,675 miliar.

Dua orang saksi, satu laki-laki dan satu lagi perempuan, baru keluar dari ruang pemeriksaan Kasi Penyidikan Gatot Guno Sembodo, sekitar pukul 14.30. Begitu keduanya keluar, seorang PNS yang mengaku bernama Wardiyono, menyusul masuk ruang pemeriksaan. "Saya antre Mas. Sudah datang di sini sejak pukul delapan pagi." Dua saksi yang baru keluar tadi selanjutya duduk-duduk di kursi tunggu aula ekspose Kantor Kejati Jl Pahlawan, Semarang.

Saat ditemui Suara Merdeka, keduanya enggan mengungkap identitas masing-masing. Seorang laki-laki setengah baya berbaju seragam PNS yang sebelumnya sudah duduk-duduk, langsung pergi ketika dihampiri.

"Saya bekerja di bagian keuangan, tadi ditanya seputar administrasi pencairan uang saja. Saya kan yang ikut dalam pencairan uang itu," ujar perempuan tadi. Sementara rekannya, sambil asyik sms, mengaku hanya mengantar surat. "Saya ini kan hanya tukang antar, Mas." Tidak jelas apa yang dia maksudkan. Beberapa kali dimintai keterangan, ia hanya berujar singkat, "Saya ini cuma kurir, Mas."

Identitas Dirahasiakan

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi, Uung Abdul Syakur, mengungkapkan, saksi-saksi yang kemarin dimintai keterangan itu adalah pejabat di lingkungan Bagian Keuangan Setda Purworejo. "Siapa-siapanya tanya Pak Gatot (Kasi Penyidikan) saja!"

Namun Gatot saat ditemui, enggan membeberkan identitas saksi-saksi yang disidik. Alasannya, dikhawatirkan ketika sepulang dari pemeriksaan, akan mendapat tekanan-tekanan dari pihak-pihak tertentu.

"Bapak yang baru diperiksa sama ibu-ibu tadi itu inisialnya AW. Saat saya periksa dia dapat sms yang isinya disuruh setor uang segala macem, mau diperas kayaknya. Lha nanti kalau namanya ditulis di koran terus ditekan-tekan atasannya gimana? Bisa berabe penyidikan saya," ucap Gatot. (H30-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA